Selamat Datang dan dapatkan produk-produk dengan harga murah dan berkualitas (Halal dan Thayyib)

Sunday, 11 February 2018

PAKAIAN ADAT INDONESIA TERLENGKAP DENGAN GAMBAR DAN PENJELASANNYA

NAMA PAKAIAN ADAT – Indonesia merupakan negeri yang kaya akan adat dan budaya. Banyak hal yang unik dan menarik yang kita temui disini. Indonesia teridiri dari 34 provinsi yang mana setiap provinsi itu memiliki adat dan budaya tersendiri yang menjadi ciri khas daerah itu.


Begitu juga dengan pakaian adatnya, sejatinya ada banyak sekali pakaian adat yamg terdapat dinegeri ini, mengingat terdapat banyaknya suku di Indonesia. Berikut ini nama nama pakaian adat di indonesia atau baju adat daerah di indonesia:

1. Pakaian Adat Aceh


Nama pakaian adat aceh dikenal dengan pakaian Ulee Balang. Baju adat nanggroe aceh darussalam untuk laki laki sering dikenal dengan sebutan baju Linto Baro, sementara pakaian aceh yang dikenakan oleh perempuan disebut baju Daro Baro.
Dalam baju adat aceh, terdapat beberapa tingkatan. Contohnya baju adat aceh ulee balang yang khusus dipakai keluarga raja dan para ulama. Baju adat aceh patut-patut dikenakan oleh pejabat kerajaan.

2. Sumatera Utara


Sumatera Utara sangat kental dengan Suku Batak, daerah ini mempunyai baju adat medan yang bernama kain ulos. Kain ulos inilah yang menjadikan ciri khas utama baju daerah sumatera utara di kancah nasional.

3. Riau



Secara umum pakaian adat yang menjadi identitas provinsi ini di kancah Nasional ialah busana yang bernama pakaian adat Melayu Riau.

4. Sumatera Barat



Nama pakaian adat sumatera barat sering disebut baju adat padang Bundo Kanduang. Dari segi aksesoris baju adat sumatera barat ini mempunyai nilai filosofis yang erat kaitannya dengan peran seorang ibu dalam keluarga serta strata sosial.
Oleh karena itu, nama nama pakaian adat sumatera barat adalah baju adat padang Bundo Kanduang, yang berarti ibu dari raja. Baju adat sumatera barat ini juga memiliki keunikannya tersendiri, yaitu penutup kepala yang menyerupai dua tanduk.

5. Kepulauan Riau


Pakaian adat Kepulauan Riau saat ini merupakan pakaian adat kebaya labuh serta teluk belanga. Baju adat nusantara ini bisa dibilang hanya ada di kepulauan Riau

6. Pakaian Adat Bangka Belitung

Nama pakaian adat bangka belitung sering disebut baju seting serta kain cual. Pakaian adat bangka belitung ini sebenarnya adalah pakaian perpaduan dari akulturasi budaya masyarakat Arab, China, serta Melayu pada zaman dahulu.
Karena pakaian adat bangka belitung berasal dari campuran budaya luar. Hal ini membuat baju adat bangka belitung memiliki ciri khas yang beraneka ragam, dan juga sedikit berbeda dari baju adat Indonesia lainnya.

7. Jambi



Pakaian adat Jambi banyak jenisnya. Namun, yang resmi menjadi identitas provinsi ini di kancah nasional ialah sepasang pakaian pengantin adat yang bernama pakaian adat Melayu Jambi.

8. Pakaian Adat Bengkulu

Adat serta budaya dari bengkulu, yaitu budaya Melayu. Kendati begitu, budaya Melayu Bengkulu mempunyai perbedaan dengan budaya Melayu terhadap lazimnya. Perbedaan ini tercipta sebab ada kekhasan alam sekitar yang mengakibatkan akulturasi budaya.
Karena adanya akulturasi budaya, pakaian adat di indonesia dari daerah Bengkulu sedikit berbeda. Oleh karena itu pakaian adat bengkulu sedikit berbeda dengan baju baju adat lainnya.

9. Pakaian Adat Sumatera Selatan

Ada 2 nama pakaian adat Sumatera Selatan yang paling dikenal di kancah nasional. Keduanya yaitu Aesan Geda serta Aesan Pasangko.

10. Pakaian Adat Lampung


Pakaian adat lampung sering disebut dengan nama Tulang Bawang. Baju adat lampung ini memiliki beragam pernak pernik kain yang dipasangkan ke pakaian adat lampung tersebut.
Biasanya aksesoris pada pakaian adat lampung ini dibuat dari bahan kain tapis. Nama pakaian adat daerah lampung ini diambil dari nama sebuah kerjaan, yaitu kerajaan Tulang Bawang.

11. Banten

Tak dapat dipungkiri bahwa baju adat Banten jelas jelas sangat serupa dengan baju adat Sunda di Jawa Barat. Dalam adat Banten baju Panganten adalah nama pakaian adat banten. Baju adat banten ini sesuai namanya cuma dipakai oleh para pengantin saat upacara pernikahannya.


Baju pangsi bukan hanya dikenal dalam kebudayaan masyarakat Sunda sebagai pakaian adat Jawa Barat. Baju khusus keseharian ini juga biasa dikenakan oleh masyarakat Banten. Dipadukan dengan celana komprang, baju pangsi juga kerap dipakai dalam latihan silat tradisional atau debus yang kerap digelar oleh masyarakat adat Banten.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/07/pakaian-adat-banten-dan-penjelasannya.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.


Baju Pangsi


 http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html
Baju pangsi bukan hanya dikenal di dalam kebudayaan masyarakat Sunda sebagai pakaian adat Provinsi Jawa Barat. Baju yang biasa dipakai dalam kehidupan keseharian ini juga biasa dipakai oleh masyarakat Provinsi Banten. Di padukan dengan celana komprang, baju pangsi ini juga selalu dipakai dalam latihan silat tradisional Provinsi Banten, yaitu debus. 
Baju pangsi adalah baju yang dikenakan sehari-hari oleh masyarakat Banten.
Baju ini dipadukan dengan celana komprang. Selain sebagai pakaian sehari-hari baju pangsi juga dipakai dalam latihan silat tradisional atau debus yang kerap digelar oleh masyarakat adat Banten. Pangsi merupakan singkatan dari Pangeusi “Numpang ka Sisi" yakni pakaian penutup badan yang cara pemakaiannya dibelitkan dengan cara menumpang seperti memakai sarung. Pangsi terdiri dari tiga susunan yakni Nangtung, Tangtung, Samping. 
Filosofi Baju Pangsi 
Berdasarkan fungsinya, pangsi terdiri dari bagian atas (baju) disebut dengan "Salontreng" Bagian bawah (celana) disebut dengan "Pangsi". 
Di bagian salontreng (1) dibuat tanpa kerah baju (2) dan terdiri dari lima atau enam kancing (6). Dalam agama Islam, lima kancing menunjukkan rukun Islam sedangkan enam kancing menunjukkan rukun iman.
http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html 
Jahitan yang menghubungkan badan dan tangan disebut dengan istilah beungkeut (4) yang mengandung arti "Ulah suka-siku ka batur, kudu sabeungkeutan, sauyunan, silih asah, silih asih, silih asuh, kadituna silih wangi, asal kata dari nama kerajaan Sunda Siliwangi". Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan "Tidak boleh jahil dan licik kepada sesama, harus satu kesatuan dan kebersamaan dalam ikatan batin, saling memberi nasihat, saling mengasihi, dan saling menyayangi, selanjutnya saling mengharumkan nama baik". Di ujung tangan (3), di ujung celana (11) terdapat jahitan beungket khusus dan di bagain baju terdapat dua saku (5). Di bagian bawah (pangsi) dipasang karet dan tali yang berfungsi sebagai pengikat. Dulu tidak seperti ini (tanpa tali dan karet) karena pemakaiannya dilakukan dengan cara dibelitkan seperti sarung. Di bagian samping (9) dipasang jahitan pengikat (8). Samping (9) yang dulu berwarna hitam, kini dimodifikasi menjadi warna hitam karena disesuaikan dengan model dan mode pakaian modern. Samping mengandung arti "Depe Depe Handap Asor", dalam bahasa Indonesia artinya "Selalu rendah hati dan tidak sombong". Di bagian bawah (pangsi) terdapat Tangsung (10) yang mengandung makna "Tangtungan Ki Sunda Nyuwu Kana Suja", dalam bahasa Indonesia artinya "Mempunyai pendirian yang teguh dan kuat sesuai dengan aturan hidup". Sedangkan Suja atau Nangtung (12) mengandung makna "Nangtung, Jejeg, Ajeg dina Galur. Teu Unggut Kalinduan, Teu Gedag Kaanginan", dalam bahasa Indonesia artinya Teguh dan kuat pendirian dalam aturan dan keyakinan, semangat tinggi dan tidak mudah goyah".
  
Pakaian Adat Baduy 
Suku Baduy kerap dianggap sebagai suku asli masyarakat Provinsi Banten. Suku ini memegang memegang teguh hukum adat dan menutup diri dari masyarakat luar serta kemajuan teknologi yang sekarang ini semakin pesat. Meskipun demikian, dari sisi penerimaannya terhadap masyarakat luar, suku baduy ini sendiri terbagi menjadi 2, yakni suku baduy dalam dan suku baduy luar. Suku baduy dalam sama sekali tidak mau berinteraksi dengan masyarakat luar, sedangkan suku baduy luar masih mau berinteraksi namun dengan batas-batas tertentu. Di dalam hal pakaian adat, kedua jenis suku baduy ini juga mempunyai perbedaan yang mencolok.

Pakaian Adat Baduy Dalam

Suku Baduy Dalam cenderung memakai pakaian dengan warna putih polos yang sering mereka sebut dengan nama "Jamang Sangsang". Nama pakaian tersebut sesuai dengan cara baju tersebut dipakai, yaitu dengan cara disangsangkan atau digantungkan di badan. Pakaian ini hanya memiliki lubang pada bagian lengan dan leher tanpa memakai kerah.


Selain itu, pakaian ini juga tidak dilengkapi dengan kancing atau saku dan hanya dijahit dengan menggunakan tangan. Bahan yang dipakainya pun harus dibuat dari pintalan kapas asli yang diperoleh langsung dari hutan. Sebagai bawahannya, suku baduy dalam memakai sarung berwarna hitam atau biru tua yang dililit dibagian pinggang. Tidak lupa ikat kepala dari kain putih juga dipakai sebagai pembatas rambut yang biasanya terurai panjang. Pemakaian warna putih pada pakaian adat baduy dalam ini mempunyai makna bahwa mereka masih suci dan belum dipengaruhi oleh kebudayaan luar yang cenderung merusak moral bangsa.
Pakaian Adat Baduy Luar 

Masyarakat adat baduy luar lebih sering memakai pakaian adat berwarna hitam. Oleh karena itu, pakaian ini diberi nama baju kampret (baju kelelawar). Desain pakaian adat Provinsi Banten ini cenderung lebih dinamis. Kita dapat menemukan jahitan mesin, kantong, dan kancing, selain itu bahan yang dipakai pun juga tidak terpaku harus berupa kapas murni. Ciri khas lain yang ada pada pakaian adat baduy luar ini adalah adanya ikat kepala warna biru tua bercorak batik.
Baju pangsi bukan hanya dikenal dalam kebudayaan masyarakat Sunda sebagai pakaian adat Jawa Barat. Baju khusus keseharian ini juga biasa dikenakan oleh masyarakat Banten. Dipadukan dengan celana komprang, baju pangsi juga kerap dipakai dalam latihan silat tradisional atau debus yang kerap digelar oleh masyarakat adat Banten.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/07/pakaian-adat-banten-dan-penjelasannya.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Baju pangsi bukan hanya dikenal dalam kebudayaan masyarakat Sunda sebagai pakaian adat Jawa Barat. Baju khusus keseharian ini juga biasa dikenakan oleh masyarakat Banten. Dipadukan dengan celana komprang, baju pangsi juga kerap dipakai dalam latihan silat tradisional atau debus yang kerap digelar oleh masyarakat adat Banten.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/07/pakaian-adat-banten-dan-penjelasannya.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.

12. Baju Adat Betawi

Kota Jakarta juga terkenal dengan baju adat suku betawinya. Baju adat betawi ini memiliki macam macam pakaian busana betawi, ini tergantung dari kepentingan penggunaanya. Contohnya saja baju baju daerah betawi yang biasa untuk sehari-hari, ataupun untuk acara resmi.
Selain untuk acara formal ataupun nonformal, baju adat khas betawi ini juga memiliki beberapa jenis lainnya. Seperti: Baju betawi pria modern, celana betawi, baju adat betawi pria atau laki laki, baju koko betawi, baju adat betawi anak perempuan, baju adat betawi wanita, dan baju kebaya betawi.


Pakaian Keseharian Pria Betawi Yang dimaksud dengan pakaian keseharian adalah pakaian yang umum digunakan oleh orang betawi dalam kesehariannya. Untuk pria, pakaian adat ini terdiri atas baju koko atau sering juga disebut baju sadariah, celana komprang dengan ukuran ranggung, sarung yang digulung dan diikatkan dipinggang, sabuk hijau, serta peci berwarna merah. Sedangkan Pakaian Keseharian Wanita Betawi Sementara untuk para wanita, pakaian adat betawi keseharian terdiri atas baju kurung berwarna terang (mencolok), kain batik dengan motif geometris sebagai bawahan, selendang berwarna sama dengan baju kurung, serta kerudung sebagai penutup kepala.

Pakaian adat Betawi untuk Bangsawan (Baju Resmi) Pakaian bangsawan sebetulnya adalah pakaian resmi yang dulunya hanya dikenakan oleh para demang. Saat ini pakaian yang bernama baju ujung serong telah resmi digunakan sebagai pakaian PNS Pemda DKI Jakarta untuk hari-hari tertentu. Pakaian Adat Betawi DKI Jakarta Baju ujung serong terdiri atas dalaman kemeja putih, jas tutup berwarna gelap, batik geometris yang dikenakan dipinggang sebatas lutut, dan celana pantolan yang warnanya sama dengan jas. Aksesoris pelengkapnya yaitu tutup kepala berupa kopiah, kuku macan, pisau raut atau senjata semacam badik yang diselipkan dipinggang, jam rantai untuk hiasan saku, serta alas kaki berupa sepatu pantopel. Baju ujung serong hanya dikenakan oleh para bangsawan pria, sementara untuk wanita digunakan varian baju yang sama dengan baju keseharian yaitu baju kurung, kain batik, selendang, dan kerudung, serta dilengkapi dengan pernik perhiasan emas mulai dari kalung, gelang, giwang, dan cincin.
Pakaian Pengantin Pria dan Wanita Betawi Dalam upacara pernikahan, orang Betawi yang masih memegang adat budayanya hingga kini masih menggunakan pakaian khusus pengantin adat Betawi. Pakaian ini disebut merupakan bentuk akulturasi nyata dari beberapa kebudayaan, yaitu budaya Arab, budaya Tionghoa, dan Budaya Melayu. Baju Pengantin Adat Betawi DKI Jakarta Untuk para pengantin pria, pakaian adat Betawi yang digunakan bernama Dandanan Care Haji. Pakaian ini berupa jubah besar berwarna cerah (biasanya merah) dengan pernik benang keemasan, celana panjang putih, selendang yang dikenakan di dalam jas (bagian dada), serta topi khusus yang terbuat dari sorban sebagai penutup kepala. Dari model pakaian tersebut, dadanan care haji tentu sangat kental akan nilai-nilai budaya Arab. 5. Pakaian Pengantin Wanita Betawi Berbeda dengan dandanan care haji yang kental budaya arab, baju pengantin wanita betawi yang bernama dandanan care none pengantin cine justru sarat dengan nilai-nilai budaya Tionghoa. Baju Pengantin Adat Betawi DKI Jakarta Baju adat Betawi ini terdiri atas blus berwarna cerah dari bahan kain satin, rok gelap atau rok kun, dan hiasan kepala berupa kembang goyang dengan motif burung hong. Selain itu, hiasan rambut berupa sanggul palsu lengkap dengan cadar di bagian wajah, hiasan bunga melati yang diikat pada sisir dan ronje juga dikenakan bersama pernik hiasan lain yang meliputi kalung lebar, manik-manik penghias dada, gelang listring, dan selop model perahu sebagai alas kaki.

Pakaian Keseharian Pria Betawi Yang dimaksud dengan pakaian keseharian adalah pakaian yang umum digunakan oleh orang betawi dalam kesehariannya. Untuk pria, pakaian adat ini terdiri atas baju koko atau sering juga disebut baju sadariah, celana komprang dengan ukuran ranggung, sarung yang digulung dan diikatkan dipinggang, sabuk hijau, serta peci berwarna merah.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-betawi-dki-jakarta.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
13. Jawa Barat
Berikut nama pakaian adat jawa barat dan penjelasannya: Secara umum terdapat 3 jenis pakaian adat Jawa Barat yang hingga sekarang masih tetap populer, yaitu pakaian Jawa Barat untuk rakyat, kaum menengah, serta para bangsawan.
Sedangkan buat urusan upacara pernikahan, ada baju adat Sunda khusus untuk pakaian pengantin. Nama pakaian adat jawa barat khusus untuk acara pernikahan adalah Sukapura. Nama baju adat jawa barat ini sering juga disebut baju kebaya. Sehingga orang Indonesia lebih mengenalnya Nama baju adat jawa barat dengan kebaya. Berbicara mengenai pakaian Adat di daerah Sunda atau Jawa Barat itu tidak bisa terlepas dari aspek sejarahnya. Dahulu kala, yang namanya pakaian di daerah Sunda dibedakan berdasarkan strata sosial masyarakatnya. Setidaknya ada 3 kelompok yang menjadi pembeda. Pertama yaitu pakaian adat yang diperuntukkan untuk kalangan rakyat biasa atau bisa juga dibilang jelata. Kemudian ada juga yang dipakai untuk kalangan masayarakat menengah dan terakhir yang paling tinggi yaitu untuk kaum bangsawan (kelas atas).

Adapun untuk zaman sekarang ini tentu pengelompokan pakaian adat Sunda berdasar pada strata sosial di masyarakat tersebut sudah tidak relevan. Karena sekarang kita lebih mengenal jenis dan nama-nama pakaian adat Sunda berdasar pada fungsi dan tujuan pakainya.  Contohnya yaitu seperti kebaya, celana pangsi, baju salontreng, baju pengantin Sunda, dan lain-lain. Ada juga pakaian adat Sunda untuk anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan dan contoh lainnya yang beragam.
Namun kendati begitu, marilah sedikit kita menengok sejarah. Bagaimana sebenarnya perwujudan dan penjelasan pakaian Sunda dalam 3 jenis kelompok strata sosial seperti yang disebutkan tadi. Rakyat biasa (jelata), menengah dan menak atau bangsawan. Lengkap  dengan nama-nama pakaian adat Sunda yang berkaitan.
Pengelompokan pakaian adat Jawa Barat yang pertama adalah untuk kalangan rakyat biasa. Seperti namanya, tampilan luar pakaian Sunda ini tentu sangatlah sederhana dan terkesan usang. Kaum jelata di daerah Sunda itu identik dengan kaum petani yang seperti sudah punya gaya pakaian yang khas.
Pakaian laki-laki
Bagi laki-laki, biasa memakai celana dengan ukuran besar (longgar) atau biasa disebut ‘celana komprang’ atau pangsi. Kemudian untuk atasannya biasa kenakan pakaian yang dinamakan baju salontréng. Namun seringnya paduan pakaian atas bawah ini disebut sebagai baju pangsi saja. Padahal nyatanya, yang namanya pangsi tersebut adalah nama untuk celananya (pakaian bawahan). Adapun atasannya yaitu seperti disebut tadi, yaitu Salontreng. Sebagai ciri khas, juga tak ketinggalan pemakaian sarung selempang di dada yang dipakaikan secara diagonal / menyilang di bahu. Lalu sebagai alas kaki, memakai sandal tradisional (tarumpah) dari kayu.
Lalu untuk aksesorisnya, biasa ditambahkan sabuk, ikat kepala (logen) dengan model Barambang Semplak dan atau Hanjuang Nangtung. 


Adapun untuk pakaian perempuannya itu biasa mengenakan kain batik yang panjang (sarung kebat). Atau yang punya nama lain yaitu Sinjang Bundel sebagai bawahan (dipakai sebagaimana rok sampai betis). Kemudian juga memakai beubeur (sejenis ikat pinggang), kamisol, dan kebaya dilengkapi dengan selendang motif batik. Dan untuk alas kaki itu mengenakan sandal jepit keteplek.

 




Pakaian adat Sunda – Jas Beludru dan Kebaya untuk Bangsawan. Dari namanya saja sudah ketahuan bahwa pengelompokan jenis pakaian adat Sunda berdasar strata yang terakhir ini merupakan kelas paling atas. Artinya orang yang mengenakannya hanya dari kalangan bangsawan atau orang terpandang. Sehingga secara tampilanpun tentu kadar kelayakannya berkali-kali lipat dari pada jenis pakaian yang disebukan di atas.

14. Baju Adat Jawa Tengah





Pakaian adat jawa tengah pria dan wanita sudah menjadi ikon baju adat suku Jawa di kancah nasional. Pakaian adat jawa tengah untuk laki laki sering disebut sebagai Jawi Jangkep atau juga Kebaya.
Pakaian pernikahan adat jawa tengah juga sering memakai baju kebaya. Hal ini membuktikan baju adat Jawa Tengah masih bisa eksis di zaman modern seperti saat ini. Padahal, jika dilihat sekilas baju tradisional jawa tengah ini terkesan sederhana.
Pakaian adat Jawa Tengah bernama Jawi Jangkep dan kebaya. Sesuai dengan namanya jawi berarti Jawa dan Jangkep berarti lengkap. Sedangkan Jawi Jangkep adalah pakaian pria yang terdiri dari bebrapa perlengkapan yang digunakan untuk keperluan adat.
Jawi Jangkep terdiri dari atasan yang berupa baju beskap dengan motif bunga dan untuk  bahawan menggunakn kain jarik yang dililitkan dipinggang. Destar berupa blangkon yang digunakan penutup kepala tradisional yang dikenakan oleh para pria. Agar dalam tampilan lebih menarik maka ditambahkan aksesoris lainnya berupa keris dan cemila atau kaos kaki.
Sedangkan untuk pakaian adat yang dikenakan wanita menggunakan kain kebaya. Kebaya ini pada umunya dibuat dari bahan katun, beludru, sutera brokat, dan nilon yang berwarna cerah. Kemben ini digunakan untuk penutup dada sampai bagian pinggul.
Stagen yang digunakn untuk sebagai penahan kain panjang. Kain tapih pinjul yang digunakn untuk melilitkan dibagian pinggang dengan cara memutar pada bagian badan. Konde yang gunakan sebagai tambahan rambut para seorang wanita.
Agar dalam tampilan lebih menarik mereka menambahkan aksesoris yang berupa cincin, subang, kalung, gelang, dan kipas. Dalam prakteknya pakaian ini diatur sedemikian rupa sesuai dengan strata sosial.

Pakaian Pengantin Adat Jawa Tengah


Selain pakaian resmi, ada juga beberapa pakaian pengantin adat dalam budaya Jawa Tengah. Dalam jenisnyanya pakaian Jawa Tengah mempunyai keberagaman yang dipakai sesuai acara yang dilaksanakannya.
Perlu diketahu dalam upacara adat Jawa terdapat bebrapa upacara yang dilakukan oleh sepasang mempelai pria dan wanita. Upacara tersebut akan saya jelaskan sesuai dengan pakaian yang dikenakannya.

15. Pakaian Adat Yogyakarta

Nama pakaian adat yogyakarta yang biasa dipakai sehari-hari sering kali disebut baju surjan. Sedangakan nama baju adat yogyakarta untuk kalangan atas atau pejabat keraton adalah baju ageng.
Biasanya pakaian adat daerah istimewa yogyakarta untuk kaum laki laki meliputi baju sorjan, kain batik, dan blangkon sebagai penutup kepala. Sedangakan pakaian adat yogyakarta untuk wanita meliputi kebaya, kain batik, serta sanggul rambut yang ditata sedemikian rupa.

Yogyakarta memiliki beragam adat istiadat yang unik dan berbeda dari daerah lainnya di Indonesia. Salah satu keunikan yang dimiliki oleh Provinsi Yogyakarta adalah pakaian tradisional atau baju adat nya.

Keunikan baju adat Yogyakarta selain dari bentuk bajunya juga atas penggunaannya. Bahwa masyarakat Yogyakarta memiliki setidaknya 6 baju adat yang digunakan oleh kaum pria dan wanita dewasa, remaja dan anak-anak. Selain itu ada baju adat yang khusus digunakan pada acara tertentu saja disamping penggunaan baju adat Yogyakarta sehari-hari.

Orang jawa khususnya masyarakat Yogyakarta memiliki pepatah yang menjadi pedoman hidup mereka yaitu "ajining diri saka lati, ajining raga saka salira" yang berarti jiwa dan raga harus mendapatkan perhatian yang serius agar mendapat penghormatan dari pihak lain. Oleh sebab itu diantara ajining raga adalah memperhatikan adab dalam berpakaian. Dan berikut ini, Tradisi Kita akan mencoba merangkum 6 baju adat Yogyakarta yang perlu kita ketahui bersama :


1. Pakaian Adat Yogyakarta untuk Laki-Laki Dewasa

Pada umumnya, pakaian / baju adat laki-laki dewasa di Jogja adalah mengenakan surjan serta kebawahan berupa kain batik atau yang disebut jarik. Penggunaan Blankon (penutup kepala) juga menjadi keharusan pada saat penggunaan pakaian / baju surjan. Selain blankon, lelaki dewasa Yogyakarta juga menggunakan alas kaki berupa sendal / selop.

 http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

2. Pakaian Adat Yogyakarta untuk Wanita Dewasa
Wanita dewasa di Yogyakarta menggunakan pakaian adat berupa kebaya dengan bawahan kain batik/jarik. Ciri khas lainnya adalah tatanan rambut yang disanggul / konde. Bahan kain yang dipakai untuk pembuatan pakaian adat yogyakarta antara lain berasal dari bahan katun, bahan sutera, kain sunduri, nilon, lurik, atau bahan-bahan estetis. Teknik pembuatannya ada yang ditenun, dirajut, dibatik, dan dicelup. Sementara untuk kebaya sendiri kebanyakan menggunakan bahan beludru, brokat, atau sutera.


3. Baju Adat Anak Laki-Laki Yogyakarta

Baju adat Yogyakarta yang diperuntukkan bagi anak laki-laki dikenal dengan nama kencongan. Kencongan yang dikenakan oleh anak laki-laki ini terdiri dari kain batik yang dikenakan dengan baju surjan, lonthong tritik, ikat pinggang berupa kamus songketan dengan cathok terbuat dari suwasa (emas berkadar rendah). Sementara untuk pakaian keseharian terdiri dari baju surjan, kain batik dengan wiru di tengah, lonthong tritik, kamus songketan, timang, serta mengenakan dhestar sebagai tutup kepala.



4. Pakaian Adat Yogyakarta untuk Anak Wanita

Baju adat untuk anak perempuan di Yogyakarta disebut dengan Sabukwala Padintenan.  Baju adat ini berbentuk jarik / kain batik bermotif parang, ceplok, atau gringsing, baju katun, ikat pinggang kamus yang dihiasi dengan hiasan bermotif flora atau fauna, memakai lonthong tritik, serta mengenakan cathok dari perak berbentuk kupu-kupu, burung garuda, atau merak. Ditambahkan pula penggunaan perhiasan dari subang, kalung emas dengan liontin berbentuk mata uang (dinar), gelang berbentuk ular (gligen) atau model sigar penjalin sebagai pelengkap. Bagi yang berambut panjang tatanan rambutnya dibuat model kone atau disanggul.

Selain baju adat Yogyakarta yang disebutkan diatas, masih terdapat baju adat yang khusus digunakan oleh Keraton. Pakaian Adat Yogyakarta yang khusus digunakan oleh lingkungan keraton terdiri dari pakaian abdi dalem punokawan dan pakaian pejabat keraton / abdi dalem keprajan .

Dalam sistem pemerintahan di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat terdapat abdi dalem yang membantu Sultan dalam kegiatan operasional di Kraton. Abdi dalem di kraton terdiri dari 2 yaitu abdi dalem keprajan dan abdi dalem punokawan. Abdi dalem keprajan yaitu abdi dalam yang bertugas di dinas/instansi pemerintahan sedangkan abdi dalem punokawan bertugas hanya di kraton saja.


 http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html
 Berikut ini penjelasan mengenai pakaian / baju adat keraton Yogyakarta :


1. Pakaian untuk Abdi Dalem

Abdi dalem adalah seluruh pegawai atau karyawan keraton, yang umumnya tinggal di sekitar keraton. Pakaian mereka terdiri dari dua macam, yakni Sikep Alit dan Langenarjan.

Baju adat yang disebut dengan Sikep Alit terdiri dari kain batik sawitan, baju hitam dari bahan laken (dengan kancing dari tembaga atau kuningan yang disepuh emas, berjumlah 7 hingga 9 buah), penutup kepala destar, keris model gayaman (diletakan di peinggang sebelah kanan belakang), selop hitam, topi pet hitam dengan pasmen emas. Pakaian model ini dikenakan untuk keperluan sehari-hari.

Sedangkan Langeran merupakan seperangkat pakaian dengan perlengkapan kain batik, baju bukakan yang yang dibuat dari bahan laken warna hitam, kemeja putih dengan kerah model berdiri, destar sama dengan model pakaian Sikepan Alit, keris model ladrangan atau gayman, dipakai di pinggang sebelah belakang kanan, dasi berwarna putih model kupu-kupu, serta selop berwarna hitam. Jenis pakaian ini pada umumnya dikenakan pada waktu malam untuk menghadiri suatu pertemuan dan jamuan makan malam dalam satu pesta khusus.


2. Pakaian Untuk Pejabat Keraton

Baju adat yang dikenakan oleh pejabat keraton yang sedang dalam tugas disebut dengan baju ageng.
Secara umum pakaian Ageng merupakan seperangkat pakaian adat yang berupa model jas laken berwarna biru tua dengan kerah model berdiri, serta dengan rangkapan sutera berwarna biru tua, yang panjangnya mencapai bokong, lengkap dengan ornamen kancing-kancing bersepuh emas. Celananya sendiri berwarna hitam. Topi yang dikenakan terbuat dari bahan laken berwarna biru tua, dengan model bulat-panjang, dengan tinggi 8 cm.

Namun demikian pakaian adat atau baju ageng ini memiliki beberapa ornamen yang berbeda berdasarkan jabatan atau fungsi di Keraton, sebagaimana penjelasan berikut ini :


  • Pakaian bupati bertitel pangeran diberi plisir renda emas lugas lebar 1 cm, dipasang secara teratur di tepi kerah. Pada semua bagian tepi jas diberi hiasan renda dengan bordiran motif bunga padi.
  • Pakaian bupati bertitel adipatisong-song jene” (payung kuning) mirip pakaian bupati bertitel pangeran, hanya terdapat sedikit hiasan bordiran pada bagian bawah kerah tidak melingkar secara penuh, tetapi ada jarak sekitar 8 cm.
  • Pakaian bupati bertitel adipati mirip pakaian adipati “song-song jene”. Perbedaannya terletak pada hiasan bordiran pada bagian bawah kerah.
  • Pakaian bupati bertitel temanggung seperti pakaian adipati, dengan perbedaan pada bordiran sebelah bawah, yang panjangnya hanya 2/3 dari ukuran lingkaran jas.
  • Pakaian patih seperti pakaian tumanggung, tetapi bordiran di bagian depan panjangnya sampai 3 ½ cm sampai bagian bawah kancing.
  • Pakaian kepala distrik (wedana) mirip pakaian patih, tetapi dengan bordiran bagian depan dan bagian belakang dan ujung lengan hanya 2 cm lebarnya dari plisir.
  • Pakaian kepala onder distrik (asisten wedana), mirip pakaian patih, tetapi bordiran bagian depan dan bagian belakang dan ujung lengan hanya 2 cm lebarnya dari plisir.
  • Pakaian mantri polisi seperti pakaian kepala onder distrik, tetapi tana plisir di bagian depan dan tanpa bordiran bunga padi pada bagian kerahnya.


16. Baju adat Jawa Timur
Nama nama pakaian adat Jawa Timur adalah pesaan serta baju mantenan. Baju adat jawa timur pesaan sebetulnya ialah pakaian adat khusus masyarakat Madura. Sedangkan baju adat jawa timur mantenan adalah baju yang berfokus pada warna hitam pekat.

http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

Nama pakaian adat jawa timur Mantenan diambil dari kata manten, yang berarti pengantin. Baju daerah jawa timur ini juga sering dipakai untuk kegiatan sehari-hari.Jika dilihat sekilas, pakaian adat Jawa Timur sebetulnya memiliki beberapa kesamaan dengan pakaian adat yang biasa dikenakan orang-orang Jawa Tengah. Hal ini disebabkan karena masyarakat Jawa Timur sendiri secara historis memang memperoleh banyak sekali pengaruh dari kebudayaan Jawa Tengah yang berkembang lebih dominan pada masa silam. Akan tetapi, meski memiliki banyak kemiripan, ada beberapa hal yang membedakan kedua jenis pakaian adat ini. Pertama, dari segi coraknya. Corak pakaian adat Jawa Tengah yang banyak melambangkan nilai-nilai kesopanan dan tata krama, sangat kontras jika dibanding pakaian adat Jawa Timur yang lebih menonjolkan nilai-nilai ketegasan namun tetap sederhana dan menjunjung tinggi etika. Kedua, dari segi perlengkapan pakaian yang dipakai. Pakaian adat Jawa Timur dikenakan bersama dengan beberapa aksesoris unik, seperti penutup kepala (odheng), tongkat (sebum dhungket), arloji rantai, serta kain selendang yang diselempangkan di bahu. Terlepas dari kemiripan dan perbedaan tersebut, pakaian atau baju adat Jawa Timur sendiri dibedakan menjadi 2 macam, yaitu baju mantenan dan baju pesaan. Apa dan bagaimana baju mantenan dan baju pesaan itu? Baju Mantenan Sesuai dengan namanya, baju ini umumnya hanya dikenakan pada saat resepsi pernikahan adat Jawa Timuran oleh para mempelai. Baik untuk mempelai laki-laki maupun untuk mempelai wanita, baju mantenan ini memiliki corak warna yang sama, yaitu warna hitam sebagai dasar dan warna merah sebagai motif hiasannya. Penggunaan pakaian ini juga dilengkapi dengan penutup kepala dan rangkaian bunga melati yang dikalungkan di leher untuk mempelai pria dan digantungkan pada sanggul untuk mempelai wanitanya. Sabuk emas dan gelang tangan juga dipakai sebagai pelengkap bersama dengan terompah, selendang yang diselempangkan bahu, serta aksesoris tambahan lainnya. Secara sederhana, kenampakan baju mantenan dapat dilihat pada gambar paling kanan di bawah ini.
 
Jika dilihat sekilas, pakaian adat Jawa Timur sebetulnya memiliki beberapa kesamaan dengan pakaian adat yang biasa dikenakan orang-orang Jawa Tengah. Hal ini disebabkan karena masyarakat Jawa Timur sendiri secara historis memang memperoleh banyak sekali pengaruh dari kebudayaan Jawa Tengah yang berkembang lebih dominan pada masa silam. Akan tetapi, meski memiliki banyak kemiripan, ada beberapa hal yang membedakan kedua jenis pakaian adat ini. Pertama, dari segi coraknya. Corak pakaian adat Jawa Tengah yang banyak melambangkan nilai-nilai kesopanan dan tata krama, sangat kontras jika dibanding pakaian adat Jawa Timur yang lebih menonjolkan nilai-nilai ketegasan namun tetap sederhana dan menjunjung tinggi etika.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/07/pakaian-adat-jawa-timur.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
 http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html
Jika dilihat sekilas, pakaian adat Jawa Timur sebetulnya memiliki beberapa kesamaan dengan pakaian adat yang biasa dikenakan orang-orang Jawa Tengah. Hal ini disebabkan karena masyarakat Jawa Timur sendiri secara historis memang memperoleh banyak sekali pengaruh dari kebudayaan Jawa Tengah yang berkembang lebih dominan pada masa silam. Akan tetapi, meski memiliki banyak kemiripan, ada beberapa hal yang membedakan kedua jenis pakaian adat ini. Pertama, dari segi coraknya. Corak pakaian adat Jawa Tengah yang banyak melambangkan nilai-nilai kesopanan dan tata krama, sangat kontras jika dibanding pakaian adat Jawa Timur yang lebih menonjolkan nilai-nilai ketegasan namun tetap sederhana dan menjunjung tinggi etika.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/07/pakaian-adat-jawa-timur.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.

Baju pesaan sebetulnya merupakan baju keseharian yang biasa dikenakan hanya oleh orang-orang Madura dan sebagian pesisir utara Jawa Timur. Kendati demikian, karena keunikan dan ciri khas yang dimilikinya, baju inilah yang justru menjadi ikon utama yang mewakili Timur di kancah Nasional




Di Surabaya, Jawa Timur, setiap tahun diadakan sebuah kontes pemilihan bujang gadis yang bernama Kontes Cak dan Ning. Dalam kontes ini, para bujang dan gadis mengenakan pakaian khas Surabaya yang sempat tenar pada tempo dulu dan masih kerap digunakan hingga saat ini dalam acara-acara besar di kantor dan kediaman walikota atau di balai kota. Pakaian adat Jawa Timur Cak digunakan oleh para pria. Pakaian ini berupa perpaduan beskap atau jas tutup sebagai atasan, jarik sebagai bawahan, kuku macan sebagai hiasan yang digantung pada saku beskap, sapu tangan merah, dan terompah. Sementara pakaian adat Jawa Timur Ning dikenakan oleh para wanita. Pakaian ini berupa perpaduan kebaya sebagai atasan, jarik sebagai bawahan, kerudung dengan renda, dan beragam aksesoris tambahan lainnya seperti anting, selendang, selop, dan gelang.

http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html
 

17. Pakaian Adat Dayak Kalimantan Barat

Masyarakat Kalimantan Barat secara umum didominasi suku Dayak serta suku Melayu. Dalam Perihal berbusana, keduanya mempunyai banyak perbedaan. Pakaian adat Dayak Kalimantan Barat bernama King Bibinge serta King Baba.

 Pakaian Adat dayak untuk laki-laki
http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

Baju  adat Kalimantan Barat untuk pria bernama King Baba. Adapun artinya dalam bahasa dayak, King berarti pakaian dan Baba berarti laki-laki. Baju ini terbuat dari bahan kulit kayu tanaman ampuro atau kayu kapuo. Jenis kayu tersebut adalah tumbuhan endemik Kalimantan yang mempunyai kandungan serat tinggi. Dalam pembuatan King Baba, kulit kayu ampuro dipukul-pukul menggunakan palu bulat di dalam air, hingga hanya tertinggal seratnya. Sesudah lentur, kulit tersebut kemudian dijemur dan dihias dengan lukisan-lukisan etnik khas Dayak menggunakan bahan pewarna alami. Olahan kulit kayu tadi dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai rompi tanpa lengan dan sebuah celana panjang. Selain itu, serat kulit kayu tersebut juga dibuat menjadi semacam ikat kepala. Pada ikat kepala tersebut biasanya diselipkan bulu burung enggang gading. Sebagai tambahan, senjata tradisional berupa Mandau juga dikenakan. Pakaian ini juga merupakan pakaian

http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

Pakaian Adat dayak untuk Perempuan
Pakaian adat Kalimantan Barat untuk para perempuan in bernama King Bibinge. Dibuat dari bahan dan cara yang sama dengan pakaian pria. Akan tetapi, desainnya lebih sopan dengan perlengkapan yang menutup dada, stagen, kain bawahan, dan berbagai pernik lain seperti hiasan bulu burung enggang, manik-manik,  kalung, dan gelang.
Kedua jenis pakaian ini selalu dikenakan baik saat menjalani aktivitas harian seperti berburu, bertani, atau saat melakukan upacara adat. Kedua pakaian ini hingga sekarang tetap digunakan terutama oleh suku-suku Dayak Kubu yang masih tinggal di pedalaman dan bertahan hidup secara nomaden.

Pakaian Adat Melayu untuk Laki-Laki di Kalimantan Barat

http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

 

Telok belanga adalah pakaian khas melayu khusus untuk laki-laki. Pakaian ini biasa digunakan dalam berbagai macam acara resmi seperti pernikahan dan upacara adat lainnya. Pakaian ini terdiri dari baju dalaman yang berbahan satin berwarna kuning emas. Warna kuning emas merupakan warna kerajaan melayu. Kemudaian dipadukan dengan celana panjang dan sarung atau kain corak ingsang yang dililitkan dipinggang hingga lutut. Selain itu sebagai pelengkap, biasanya pemakain mengenakan songkok berwarna hitam.

Pakaian Adat Melayu untuk Perempuan di Kalimantan Barat


Baju adat melayu untuk perempuan bernama Baju Kurong yang berarti kurung. Terdiri dari baju terusan polos yang panjangnya hanya sebatas lutut. Dengan kerah berbentuk bulat dan resleting di bagian belakang. Untuk bawahan, biasanya menggunakan kain khas corak ingsang atau rok. Pakaian ini juga biasa dikenakan saat upacara-upacara adat dan acara formal. 

18. Pakaian Adat Kalimantan Tengah

Masyarakat Kalimantan Tengah mayoritas penduduknya ialah masyarakat suku Dayak Ngaju. Dalam Perihal berpakaian, suku Dayak ini mempunyai baju kalimantan khas yang bernama baju sangkarut.
http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

Nama pakaian adat suku Dayak Ngaju yang diresmikan sebagai pakaian adat Kalimantan Tengah disebut baju sangkarut. Pakaian Adat Kalimantan Tengah Baju sangkarut adalah pakaian rompi yang kerap digunakan saat berperang atau saat upacara adat pernikahan. Kata sangka berarti pembatas memiliki filosofi bahwa baju ini dapat membatasi dan menangkal setiap gangguan roh halus yang akan datang pada tubuh pemakainya.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/05/pakaian-adat-kalimantan-tengah-nama.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.


Nama pakaian adat suku Dayak Ngaju yang diresmikan sebagai pakaian adat Kalimantan Tengah disebut baju sangkarut. Pakaian Adat Kalimantan Tengah Baju sangkarut adalah pakaian rompi yang kerap digunakan saat berperang atau saat upacara adat pernikahan. Kata sangka berarti pembatas memiliki filosofi bahwa baju ini dapat membatasi dan menangkal setiap gangguan roh halus yang akan datang pada tubuh pemakainya.

Hiasan Rompi Sangkarut Rompi sangkarut umumnya akan dihiasi dengan lukisan dari cat alami atau dengan beragam pernik, seperti tempelan kulit trenggiling, kancing, manik-manik, kancing, uang logam, atau benda-benda lainnya yang dipercaya mempunyai kekuatan magis (azimat). Rompi sangkarut akan dikenakan bersama bawahan berupa cawat dan beragam kelengkapan perang lainnya berupa senjata tradisional seperti tombak, mandau, dan perisai. Beragam jenis kalung dari tulang hewan atau logam juga dikenakan oleh pemakai pakaian adat Kalimantan Selatan ini. Keberadaan rompi sangkarut saat ini sudah semakin sedikit. Masyarakat Dayak Ngaju yang mulai mengenal ilmu tekstil telah beralih ke jenis pakaian lain yang lebih nyaman digunakan. Gambar paling atas adalah foto dari seorang Dayak Ngaju yang mengenakan rompi sangkarut yang berhasil dipotret terakhir kali oleh seorang peneliti Belanda di tahun 1912.
Pakaian Adat Kalimantan Tengah Lainnya Selain rompi sangkarut, suku Dayak Ngaju sebetulnya memiliki beragam jenis pakaian adat lainnya. Beberapa di antaranya adalah  :

1. Baju Upak Nyamu Baju ini merupakan baju dibuat dari bahan yang sama dengan bahan pembuatan rompi sangkarut khas pakaian adat Kalimantan Tengah, yakni dari kulit kayu nyamu. Pemakainya juga akan menggunakan ewah atau cawat yang menutupi bagian kemalu*nnya. Yang membedakan, baju nyamu ini tidak dihiasi dengan lukisan atau tempelan. Ia berupa rompi polos tanpa lengan.
http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

2. Baju Pawang Sesuai namanya, baju pawang hanya dikenakan oleh dukun atau ulama dalam kepercayaan Kaharingan saat memanjatkan doa. Dalam kepercayaan asli suku Dayak tersebut, sang dukun diyakini dapat membantu mendatangkan hujan, melindungi diri dari roh jahat, serta mengobati orang sakit. Baju pawang dibuat dari serat kayu dan dilengkapi dengan umbai-umbaian atau manik-manik sebagai penghias.
http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

3. Baju Tenunan Masuknya beberapa suku bangsa lain, seperti suku Mandar atau Melayu membuat masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah di masa silam mengenal seni menenun. Mereka mulai belajar menenun kain dari bahan serat alami seperti serat nenas, serat nyamu, dan serat tumbuhan lainnya. Kain tenunan ini juga dilengkapi dengan motif-motif khusus yang sangat unik, seperti motif segitiga, motif flora, fauna, motif alam, dan lain sebagainya. Akan tetapi, baju tenunan tersebut saat ini sudah punah.
http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html


4. Baju dari Anyaman Tikar Ada pula jenis baju yang dibuat dari anyaman tikar. Baju yang tidak diketahui namanya ini dibuat dengan menganyam tikar, lengkap dihiasi dengan ukiran kayu, tulang, atau kerang. Baju ini diyakini sebagai baju khas untuk berperang.
http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html


5. Baju Berantai Penelitian terbaru menemukan bahwa suku Dayak Ngaju pada perkembangannya juga mengenal baju zirah. Baju khusus untuk berperang ini dibuat dari untaian besi. Diperkirakan, adanya baju ini disebabkan oleh pengaruh budaya luar, terutama dari budaya suku Moro Filiphina. Di masa sekarang, pakaian-pakaian adat Kalimantan Tengah khas adat suku Dayak Ngaju di atas sudah mulai ditinggalkan dan terancam mengalami kepunahan. Oleh karena itu, selaku generasi penerus kita harus bisa melestarikan peninggalan kebudayaan ini untuk dapat mewariskannya kepada anak cucu kita
 

19. Pakaian Adat Kalimantan Selatan

Masyarakat Kalimantan Selatan mayoritas penduduknya dihuni oleh suku Banjar. Suku Banjar sendiri mempunyai 4 jenis baju adat, yaitu Pengantin Babaju Kun Galung Pacinan, Pengantin Baamar Galung Pancar Matahari, Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut, serta Pangantin Babaju Kubaya Panjang.
Semua nama pakaian adat kalimantan selatan ini memiliki arti dan simbol yang sesuai dengan kepercayaan suku banjar tersebut.




1. Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut Bagajah Gamuling Baular Lulut adalah baju adat Kalimantan Selatan yang modelnya sangat dipengaruhi budaya Hindu pada masa silam. Pakaian ini dikenakan oleh para pengantin di upacara adat pernikahannya. Nuansa hindu sangat kental terasa dengan penggunaan kemben yang disebut udat oleh para mempelai wanita. Selain itu, rangkaian bunga melati yang bernama karang jagung juga semakin menambah kecantikan dan keanggunan pemakainya.



2. Pengantin Baamar Galung Pancar Matahari Busana dan aksesori yang terasa begitu mewah meliputi kesakralan pasangan penganten adat Banjar ini. Seperti nama busana yang artinya bersinar layak matahari, pasangan pengantin pun terlihat gemerlap dalam balutan busana yang diciptakan sekitar abad 17 ini. Busana pengantin Banjar yang dipengaruhi budaya Hindu dan Jawa menjelang masuknya Islam di Indonesia ini terlihat begitu istimewa dengan taburan payet mengkilau. Tak ketinggalan aksesori keemasan seperti kalung, cikak, kalung kebun raja, anting beruntai panjang kilat bahu, gelang, cincin, gelang kaki dan selop bersulam benang emas. Ditambah roncean bogam penghias kepala, menjadi perpaduan indah yang mampu menonjolkan kecantikan pengantin Banjar.



3. Pengantin Babaju Kun Galung Pacinan Perpaduan nuansa Timur Tengah dan Negeri Tirai bambu membawa pembauran yang unik. Itulah yang terlihat dari pakaian adat Kalimantan Selatan khas busana pengantin Banjar yang diperkenalkan pada abad 19 ini. Warna-warninya yang khas, dengan detail menawan menjadikan busana adat Banjar ini tampil berbeda dari pendahulunya yakitu Bagajah Gamuling dan Baamar Galung. Busana pengantin pembauran terlihat jelas dari bentuk baju mempelai pria dan wanita. Pengantin pria menggunakan kopiah alpe, baju gamis, dan jubah yang lekat pengaruh pedagang Gujarad yang membawa Islam ke Indonesia. Sedangkan kebaya lengan panjang gaya cheong sam yang membalut mempelai wanita lengkap dengan rok pias bersulam dan bertabur manik dan mote dipengaruhi dari budaya negeri Tirai Bambu yang dibawa para pedagang dataran Tiongkok yang datang ke Indonesia pada masa itu. Kemilau aksesori yang menghiasi kedua mempelai yang memperindah penampilan tak luput dari sentuhan nuansa kedua negeri tersebut. Seperti tusuk konde bentuk Laa (Arab), tusuk burung Hong, sanggul bulat dari kiri ke kanan yang disebut galung paginan untuk 1sem wanita. Sedangkan pada pria kopiah alpe dengan tinggi 15 cm dibalut sorban.
http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

4. Pangantin Babaju Kubaya Panjang Dalam perkembangannya, pakaian adat Kalimantan Selatan khas pengantin Banjar ini juga masih tetap lestari. Pasangan mempelai pun masih menggunakan busana adat ini untuk tampil menerima restu dari sanak famili. Baamar Galung Pancaran Matahari memang menjadi yang paling popular dan digemari. Namun busana adat ini pun tak luput dari sentuhan mode masa kini tapi tetap tidak meninggalkan pakem dan keindahan alami adat yang berlaku. Seperti pada busana adat yang asli menggunakan baju poko untuk mempelai wanita, dengan menyesuaikan karakter si pemakai juga sentuhan Islami dalam masyarakat Banjar, kerap diganti dengan busana kebaya panjang. Bahkan juga dilengkapi dengan jilbab tetapi tetap dihiasi dengan amar atau mahkota serta aksesori lainnya.
 

 http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html
1. Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut Bagajah Gamuling Baular Lulut adalah baju adat Kalimantan Selatan yang modelnya sangat dipengaruhi budaya Hindu pada masa silam. Pakaian ini dikenakan oleh para pengantin di upacara adat pernikahannya. Nuansa hindu sangat kental terasa dengan penggunaan kemben yang disebut udat oleh para mempelai wanita. Selain itu, rangkaian bunga melati yang bernama karang jagung juga semakin menambah kecantikan dan keanggunan pemakainya.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/07/pakaian-adat-kalimantan-selatan-banjar.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.

20. Kalimantan Timur

Masyarakat Kalimantan Timur terdpat dua entitas besar yaitu suku Dayak serta Suku Kutai. Kedua suku ini mempunyai pakaian adat yang berbeda. Suku dayak mengenakan pakaian bernama Ta’a serta Sapei Sapaq sedangkan suku Kutai mengenakan pakaian bernama baju kustim.

Pakaian Adat Kalimantan Timur Seperti dijelaskan di atas, bahwa masyarakat asli Kalimantan Timur terbagi ke dalam 2 entitas besar, yaitu Dayak dan Kutai. Sejalan dengan itu, maka pakaian adat dari provinsi ini juga ada 2 macam. Suku dayak mengenakan pakaian yang bernama baju Ta’a dan Sapei Sapaq, sementara suku Kutai mengenakan pakaian adat yang bernama baju Miskat.


http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html


1. Baju Adat Dayak : Ta’a dan Sapei Sapaq Baju adat Dayak umumnya lebih dikenal secara luas di kancah Nasional. Baju ini terdiri dari 2 kelengkapan, yaitu baju Ta’a yang dikenakan oleh wanita dayak dan baju Sapei Sapaq yang dikenakan oleh para pria. Dilihat dari bahan pembuatan dan cara pemakaiannya, kedua baju adat Dayak ini sangatlah menggambarkan tentang kearifan masyarakat dayak dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dalam aktivitas kesehariannya. Seperti dapat dilihat pada gambar di atas, baju Ta’a tersusun atas beberapa kelengkapan yaitu baju atasan bernama sapei inoq, rok sebatas lutut bernama ta’a, da’a atau ikat kepala yang dibuat dari kain atau daun pandan dengan hiasan bulu burung, serta gelang dari pintalan benang sebagai penolak bala. Baik baju atasan, bawahan, maupun penutup kepala, semuanya dihiasi dengan uleng atau pernik motif khusus, di antaranya motif burung enggang dan harimau untuk para bangsawan, serta motif tumbuhan untuk masyarakat biasa. Adapun untuk baju sapei sapaq yang dikenakan sebagai pakaian adat Kalimantan Timur khas pria dayak sebetulnya tidak memiliki perbedaan mencolok dengan baju ta’a. Baju sapei sapaq memiliki motif yang sama dengan baju ta’a. Hanya saja bawahannya tentu tidak berupa rok, melainkan celana pendek yang bernama Abeq kaboq. Selain itu, para pria dayak juga menggunakan kelengkapan lain berupa senjata tradisional yaitu perisai dan mandau sebagai sarana perlindungan diri.




2. Baju Adat Kutai : Baju Miskat Selain Ta a dan Sapei Sapaq khas Dayak, Kalimantan Timur juga mengenal beragam jenis pakaian adat lainnya khas suku Kutai, di antaranya baju miskat, baju sakai, baju kustim, baju takwo dan baju rompi antakusuma.

http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

Di antara kelima baju adat Kalimantan Timur khas suku Kutai tersebut, baju miskat adalah yang paling populer. Baju ini sekarang telah ditetapkan sebagai seragam bagi PNS Provinsi Kalimantan Timur yang dikenakan pada hari-hari tertentu. Model baju miskat tampak seperti baju Cina, yaitu atasan berupa baju kurung, bawahan panjang, dan kain batik dipinggang. Tampilan baju miskat dapat dilihat pada gambar di atas.

Adapun dalam upacara pernikahan, sepasang mempelai pria dan wanita suku Kutai umumnya akan mengenakan pakaian adat Kustim. Baju kustim terdiri atas baju kurung dan bawahan, riasan sanggul berhias kembang goyang dan tali kuantan untuk mempelai wanita, serta setorong atau topi berbulu untuk mempelai pria. Tampilan baju kustim dapat dilihat pada gambar di atas.

http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html


Selain mengenakan baju kustim, pada prosesi bealis dalam upacara pernikahan, pengantin pria dan wanita Kutai juga wajib mengenakan baju sakai. Untuk mempelai wanita, baju ini terdiri atas kebaya lengan panjang, bawahan tapeh badong, batik celup, kalung susun tiga, dan sanggul yang dihiasi ragam pernik seperti kembang goyang 3 cabang, bunga melati (tapak langit), dan tajok mawar.

 


Pakaian Adat Kalimantan Timur Seperti dijelaskan di atas, bahwa masyarakat asli Kalimantan Timur terbagi ke dalam 2 entitas besar, yaitu Dayak dan Kutai. Sejalan dengan itu, maka pakaian adat dari provinsi ini juga ada 2 macam. Suku dayak mengenakan pakaian yang bernama baju Ta’a dan Sapei Sapaq, sementara suku Kutai mengenakan pakaian adat yang bernama baju Miskat.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/07/pakaian-adat-kalimantan-timur.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.

21. Kalimantan Utara

Pakaian adat Kalimantan Utara persis setara dengan baju Sapei Sapaq serta Baju Ta’a khas Kalimantan Timur. Kendati demikian, baju Sapei Sapaq serta Taa dari Kalimantan Utara memiliki sedikit perbedaan. 
 www.sri-ya.com



Ta’a dan Sapei Sapaq dikenal luas sebagai pakaian adat Kalimantan Timur. Kendati begitu, provinsi Kalimantan Utara juga mengakui bahwa kedua pakaian ini sebagai pakaian adatnya. Adapun meski memiliki nama yang sama, Ta’a dan Sapei Sapaq khas Kalimantan Timur dan yang khas Kalimantan Barat sebetulnya mempunyai perbedaan mencolok. Sebelum membahas tentang perbedaan-perbedaan tersebut, terlebih dahulu mari kita mengenali apa itu pakaian Ta’a dan Sapei Sapaq.

1. Pakaian Adat Kaltara untuk Perempuan : Baju Ta’a Pakaian Ta’a adalah pakaian adat yang khusus dikenakan oleh para perempuan Dayak di Kalimantan. Pakaian ini terbuat dari kain beludru berwarna hitam dengan pernik atau hiasan berupa manik-manik yang dijahit. Ta’a terdiri dari atasan dengan model menyerupai rompi (tanpa lengan), bawahan berupa rok dengan warna dan motif yang sama, serta penutup kepala berhias bulu burung enggang, dan aksesoris lainnya seperti gelang, kalung, dan manik-manik.
www.sri-ya.com

Motif hiasan rompi dan rok Ta’a sangat kental dengan perpaduan warna-warna mencolok seperti putih, hijau, biru, merah, dan warna lainnya yang sangat kontras dengan warna kain rompi. Di bagian dada dan lengannya dilengkapi rumbai-rumbai dengan warna motif yang sama.

Perbedaan utama antara pakaian Sapei Sapaq dan Taa terletak pada motifnya. Untuk motif pakaian adat Kalimantan Utara, baik pada baju Ta’a maupun Sapei Sapaq sebetulnya terbagi menjadi 3, yaitu motif burung enggang, motif harimau atau hewan lainnya, serta motif tumbuhan. Baju dengan motif burung enggang dan harimau biasanya diperuntukan bagi para bangsawan, sementara baju dengan motif tumbuhan diperuntukan bagi rakyat biasa. 

www.sri-ya.com
2. Pakaian Adat Kaltara untuk Pria : Baju Sapei Sapaq Baju Sapei Sapaq adalah baju adat Kalimantan Utara yang diperuntukan bagi para pria. Dari bahan pembuatan, model dan motifnya, baju ini sangat mirip dengan baju Ta’a. Hanya saja, untuk bawahan, pakaian yang dikenakan kaum pria hanyalah berupa gulungan selendang yang bentuknya menyerupai celana dalam. Kendati begitu, bawahan seperti ini sekarang umumnya sudah diganti dengan celana pendek hitam karena dinilai kurang begitu elok dipandang mata. Pelengkap baju Sapei Sapaq adalah sebuah mandau yang diselipkan di pinggang, perisai perang, serta kalung-kalung dari bahan alam seperti tulang, taring babi, dan biji-bijian. Nah, itulah yang dapat saya sampaikan mengenai pakaian adat Kalimantan Utara. Tulisan ini saya sadur dari buku Budaya Adat Masyarakat Kalimantan Utara : Sebuah Catatan untuk Provinsi termuda Indonesia. Jika bermanfaat silakan like tulisan ini. Semoga membantu.



22. Sulawesi Barat
Budaya Sulawesi Barat, tak lepas dari budaya serta pakaian adat suku Mandar. Adapun dalam mengenakan berpakaian, suku Mandar pada zaman dahulu biasa menggunakan jenis pakaian yang disebu sebagai Pakaian adat Pattuqduq Towaine.

23. Sulawesi Selatan

Pakaian Adat Sulawesi Selatan yang paling populer ialah pakaian adat yang bernama Baju adat Bodo. Baju adat Bodo ialah baju adat makassar laki laki. Baju adat daerah ini didesain amat sederhana dan amat minim jahitan.

24. Sulawesi Tengah

Bicara mengenai pakaian adat Sulawesi Tengah, kita cuma akan tertuju terhadap pakaian adat suku Kaili yang bernama Baju Nggembe serta Baju Koje. Baju Nggembe ialah baju adat khusus perempuan atau remaja putri, sedangkan Baju Koje ialah pakaian khusus laki laki.

25. Adat Sulawesi Tenggara

Suku bangsa yang mendominasi masyarakat Sulawesi Tenggara ialah suku Tolaki. Suku ini mempunyai pakaian adat yang bernama Babu Nggawi serta Babu Nggawi Langgai. Babu Nggawi ialah pakaian khusus pengantin Wanita, sedangkan Babu Nggawi Langgai ialah pakaian pengantin laki laki.

26. Sulawesi Utara

Pakaian adat Sulawesi Utara dari suku Sangihe Talaud bernama pakaian Laku Tepu. Pakaian ini dibuat dari bahan serat kofo atau sejenis tanaman pisang dengan serat batang yang kuat. Pakaian ini lazimnya cuma dikenakan terhadap saat upacara Tulude.

27. Gorontalo

Pakaian adat Gorontalo dari suku Gorontalo bernama Mukuta serta Biliu. Pakaian ini lazimnya cuma dikenakan terhadap saat upacara perkawinan. Mukuta ialah pakaian bagi mempelai laki laki serta Biliu ialah pakaian bagi mempelai perempuan.

28. Pakaian Adat Maluku

Nama pakaian adat Maluku ialah baju cele atau kain salele. Pakaian adat daerah maluku cele ialah baju sederhana yang mewakili karakteristik adat suku-suku di Kepulauan Maluku. Baju cele memiliki warna merah terang bermotif garis-garis geometris warna emas atau perak yang dibuat dari kain tebal.

29. Maluku Utara

Ada 4 jenis nama pakaian adat maluku yang akrab dalam kehidupan masyarakat Maluku Utara. Namun, yang paling unik serta diketahui di kancah nasional ialah pakaian adat bernama Manteren Lamo serta Kimun Gia.
Pakaian Manteren Lamo dipakai oleh sultan serta sedangkan pakaian Kimun Gia dipakai oleh permaisuri kerajaan Ternate serta Tidore di waktu silam.

30. Pakaian Adat Bali

Walaupun pakaian adat Bali memiliki banyak ragam dan aksesoris. Tapi, baju adat daerah bali ini tidak memiliki nama khusus. Jadi ketika ada yang menanyakan nama pakaian adat bali, orang Bali sendiri bingung, mereka hanya menyebutnya dengan nama Pakaian adat bali saja.
Walaupun ada yang menyatakan nama pakaian adat Bali adalah ini itu, hal tersebut belum dipastikan kebenarannya. Karena nama baju adat bali belum pernah tertulis sampai sekarang.
Pakaian adat Bali laki laki terdiri dari berbagai aksesoris. Ikat kepala/udeng, baju, kampuh/saput, serta selendang pengikat atau umpal adalah aksesoris yang sering melengkapi baju tradisional bali.
Sedangkan untuk baju adat anak perempuan sendiri pakainnya terdiri atas kebaya, kamen, senteng atau selendang, bulang pasang, sanggul, serta bunga yang dipakai sebagai penghias rambut. Aksesoris inilah yang sering melengkapi keindahan baju adat bali.

31. Pakaian Adat Nusa Tenggara Barat

Pakaian adat Nusa Tenggara Barat yang kerap menjadi ikon dari budaya wilayah itu sendiri. Pakaian adat nusa tenggara barat ini sering disebut Lambung atau juga Pegon.
Lambung dipakai oleh para wanita, dan pakaian Pegon dipakai oelhpara laki laki. Pakaian adat nusa tenggara barat ini biasa dikenakan dalam sebuah acara adat. Baju adat NTB sebenarnya memiliki ciri khas dari Suku Sasak yang memiliki pakaian adat lombok.

32. Baju Adat NTT

Pakaian adat yang paling di kenal dari budaya masyarakat Provinsi NTT ialah pakaian adat Suku Rote. Baju adat ntt ini cukup terkenal, sebab desainnya yang amat estetis, di mana salah satu keunikannya terletak di desain Ti’i langga.

33. Pakaian Adat Papua Barat

Nama pakaian adat Papua Barat ialah baju adat Papua Ewer. Baju adat daerah ini murni terbuat dari bahan yang masih sangat alami dan diambil langsung dari alam, yaitu jerami yang dikeringkan.

34. Pakaian Adat Papua

Pakaian adat Papua serta aksesorisnya secara keseluruhan terbuat dari 100% bahan yang diambil dari alam langsung dan pembuatannya cukup sederhana. Nama pakaian adat papua ini adalah koteka serta rok rumbai.

Eramuslim