Selamat Datang dan dapatkan produk-produk dengan harga murah dan berkualitas (Halal dan Thayyib)

Sunday, 11 February 2018

PAKAIAN ADAT INDONESIA TERLENGKAP DENGAN GAMBAR DAN PENJELASANNYA



1. Pakaian Adat Aceh


2. Sumatera Utara


3. Riau



4. Sumatera Barat



5. Kepulauan Riau


6. Pakaian Adat Bangka Belitung

7. Jambi



8. Pakaian Adat Bengkulu

9. Pakaian Adat Sumatera Selatan

10. Pakaian Adat Lampung


11. Banten

Tak dapat dipungkiri bahwa baju adat Banten jelas jelas sangat serupa dengan baju adat Sunda di Jawa Barat. Dalam adat Banten baju Panganten adalah nama pakaian adat banten. Baju adat banten ini sesuai namanya cuma dipakai oleh para pengantin saat upacara pernikahannya.






Baju pangsi bukan hanya dikenal di dalam kebudayaan masyarakat Sunda sebagai pakaian adat Provinsi Jawa Barat. Baju yang biasa dipakai dalam kehidupan keseharian ini juga biasa dipakai oleh masyarakat Provinsi Banten. Di padukan dengan celana komprang, baju pangsi ini juga selalu dipakai dalam latihan silat tradisional Provinsi Banten, yaitu debus. 
Jahitan yang menghubungkan badan dan tangan disebut dengan istilah beungkeut (4) yang mengandung arti "Ulah suka-siku ka batur, kudu sabeungkeutan, sauyunan, silih asah, silih asih, silih asuh, kadituna silih wangi, asal kata dari nama kerajaan Sunda Siliwangi". Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan "Tidak boleh jahil dan licik kepada sesama, harus satu kesatuan dan kebersamaan dalam ikatan batin, saling memberi nasihat, saling mengasihi, dan saling menyayangi, selanjutnya saling mengharumkan nama baik". Di ujung tangan (3), di ujung celana (11) terdapat jahitan beungket khusus dan di bagain baju terdapat dua saku (5). Di bagian bawah (pangsi) dipasang karet dan tali yang berfungsi sebagai pengikat. Dulu tidak seperti ini (tanpa tali dan karet) karena pemakaiannya dilakukan dengan cara dibelitkan seperti sarung. Di bagian samping (9) dipasang jahitan pengikat (8). Samping (9) yang dulu berwarna hitam, kini dimodifikasi menjadi warna hitam karena disesuaikan dengan model dan mode pakaian modern. Samping mengandung arti "Depe Depe Handap Asor", dalam bahasa Indonesia artinya "Selalu rendah hati dan tidak sombong". Di bagian bawah (pangsi) terdapat Tangsung (10) yang mengandung makna "Tangtungan Ki Sunda Nyuwu Kana Suja", dalam bahasa Indonesia artinya "Mempunyai pendirian yang teguh dan kuat sesuai dengan aturan hidup". Sedangkan Suja atau Nangtung (12) mengandung makna "Nangtung, Jejeg, Ajeg dina Galur. Teu Unggut Kalinduan, Teu Gedag Kaanginan", dalam bahasa Indonesia artinya Teguh dan kuat pendirian dalam aturan dan keyakinan, semangat tinggi dan tidak mudah goyah".


Suku Baduy Dalam cenderung memakai pakaian dengan warna putih polos yang sering mereka sebut dengan nama "Jamang Sangsang". Nama pakaian tersebut sesuai dengan cara baju tersebut dipakai, yaitu dengan cara disangsangkan atau digantungkan di badan. Pakaian ini hanya memiliki lubang pada bagian lengan dan leher tanpa memakai kerah.


Selain itu, pakaian ini juga tidak dilengkapi dengan kancing atau saku dan hanya dijahit dengan menggunakan tangan. Bahan yang dipakainya pun harus dibuat dari pintalan kapas asli yang diperoleh langsung dari hutan. Sebagai bawahannya, suku baduy dalam memakai sarung berwarna hitam atau biru tua yang dililit dibagian pinggang. Tidak lupa ikat kepala dari kain putih juga dipakai sebagai pembatas rambut yang biasanya terurai panjang. Pemakaian warna putih pada pakaian adat baduy dalam ini mempunyai makna bahwa mereka masih suci dan belum dipengaruhi oleh kebudayaan luar yang cenderung merusak moral bangsa.

12. Baju Adat Betawi

Selain untuk acara formal ataupun nonformal, baju adat khas betawi ini juga memiliki beberapa jenis lainnya. Seperti: Baju betawi pria modern, celana betawi, baju adat betawi pria atau laki laki, baju koko betawi, baju adat betawi anak perempuan, baju adat betawi wanita, dan baju kebaya betawi.


Pakaian Keseharian Pria Betawi Yang dimaksud dengan pakaian keseharian adalah pakaian yang umum digunakan oleh orang betawi dalam kesehariannya. Untuk pria, pakaian adat ini terdiri atas baju koko atau sering juga disebut baju sadariah, celana komprang dengan ukuran ranggung, sarung yang digulung dan diikatkan dipinggang, sabuk hijau, serta peci berwarna merah. Sedangkan Pakaian Keseharian Wanita Betawi Sementara untuk para wanita, pakaian adat betawi keseharian terdiri atas baju kurung berwarna terang (mencolok), kain batik dengan motif geometris sebagai bawahan, selendang berwarna sama dengan baju kurung, serta kerudung sebagai penutup kepala.

Pakaian Pengantin Pria dan Wanita Betawi Dalam upacara pernikahan, orang Betawi yang masih memegang adat budayanya hingga kini masih menggunakan pakaian khusus pengantin adat Betawi. Pakaian ini disebut merupakan bentuk akulturasi nyata dari beberapa kebudayaan, yaitu budaya Arab, budaya Tionghoa, dan Budaya Melayu. Baju Pengantin Adat Betawi DKI Jakarta Untuk para pengantin pria, pakaian adat Betawi yang digunakan bernama Dandanan Care Haji. Pakaian ini berupa jubah besar berwarna cerah (biasanya merah) dengan pernik benang keemasan, celana panjang putih, selendang yang dikenakan di dalam jas (bagian dada), serta topi khusus yang terbuat dari sorban sebagai penutup kepala. Dari model pakaian tersebut, dadanan care haji tentu sangat kental akan nilai-nilai budaya Arab. 5. Pakaian Pengantin Wanita Betawi Berbeda dengan dandanan care haji yang kental budaya arab, baju pengantin wanita betawi yang bernama dandanan care none pengantin cine justru sarat dengan nilai-nilai budaya Tionghoa. Baju Pengantin Adat Betawi DKI Jakarta Baju adat Betawi ini terdiri atas blus berwarna cerah dari bahan kain satin, rok gelap atau rok kun, dan hiasan kepala berupa kembang goyang dengan motif burung hong. Selain itu, hiasan rambut berupa sanggul palsu lengkap dengan cadar di bagian wajah, hiasan bunga melati yang diikat pada sisir dan ronje juga dikenakan bersama pernik hiasan lain yang meliputi kalung lebar, manik-manik penghias dada, gelang listring, dan selop model perahu sebagai alas kaki.
Sedangkan buat urusan upacara pernikahan, ada baju adat Sunda khusus untuk pakaian pengantin. Nama pakaian adat jawa barat khusus untuk acara pernikahan adalah Sukapura. Nama baju adat jawa barat ini sering juga disebut baju kebaya. Sehingga orang Indonesia lebih mengenalnya Nama baju adat jawa barat dengan kebaya. Berbicara mengenai pakaian Adat di daerah Sunda atau Jawa Barat itu tidak bisa terlepas dari aspek sejarahnya. Dahulu kala, yang namanya pakaian di daerah Sunda dibedakan berdasarkan strata sosial masyarakatnya. Setidaknya ada 3 kelompok yang menjadi pembeda. Pertama yaitu pakaian adat yang diperuntukkan untuk kalangan rakyat biasa atau bisa juga dibilang jelata. Kemudian ada juga yang dipakai untuk kalangan masayarakat menengah dan terakhir yang paling tinggi yaitu untuk kaum bangsawan (kelas atas).

Adapun untuk zaman sekarang ini tentu pengelompokan pakaian adat Sunda berdasar pada strata sosial di masyarakat tersebut sudah tidak relevan. Karena sekarang kita lebih mengenal jenis dan nama-nama pakaian adat Sunda berdasar pada fungsi dan tujuan pakainya.  Contohnya yaitu seperti kebaya, celana pangsi, baju salontreng, baju pengantin Sunda, dan lain-lain. Ada juga pakaian adat Sunda untuk anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan dan contoh lainnya yang beragam.
Namun kendati begitu, marilah sedikit kita menengok sejarah. Bagaimana sebenarnya perwujudan dan penjelasan pakaian Sunda dalam 3 jenis kelompok strata sosial seperti yang disebutkan tadi. Rakyat biasa (jelata), menengah dan menak atau bangsawan. Lengkap  dengan nama-nama pakaian adat Sunda yang berkaitan.
Pengelompokan pakaian adat Jawa Barat yang pertama adalah untuk kalangan rakyat biasa. Seperti namanya, tampilan luar pakaian Sunda ini tentu sangatlah sederhana dan terkesan usang. Kaum jelata di daerah Sunda itu identik dengan kaum petani yang seperti sudah punya gaya pakaian yang khas.
Pakaian laki-laki
Bagi laki-laki, biasa memakai celana dengan ukuran besar (longgar) atau biasa disebut ‘celana komprang’ atau pangsi. Kemudian untuk atasannya biasa kenakan pakaian yang dinamakan baju salontréng. Namun seringnya paduan pakaian atas bawah ini disebut sebagai baju pangsi saja. Padahal nyatanya, yang namanya pangsi tersebut adalah nama untuk celananya (pakaian bawahan). Adapun atasannya yaitu seperti disebut tadi, yaitu Salontreng. Sebagai ciri khas, juga tak ketinggalan pemakaian sarung selempang di dada yang dipakaikan secara diagonal / menyilang di bahu. Lalu sebagai alas kaki, memakai sandal tradisional (tarumpah) dari kayu.
Lalu untuk aksesorisnya, biasa ditambahkan sabuk, ikat kepala (logen) dengan model Barambang Semplak dan atau Hanjuang Nangtung. 


Adapun untuk pakaian perempuannya itu biasa mengenakan kain batik yang panjang (sarung kebat). Atau yang punya nama lain yaitu Sinjang Bundel sebagai bawahan (dipakai sebagaimana rok sampai betis). Kemudian juga memakai beubeur (sejenis ikat pinggang), kamisol, dan kebaya dilengkapi dengan selendang motif batik. Dan untuk alas kaki itu mengenakan sandal jepit keteplek.




14. Baju Adat Jawa Tengah

Pakaian pernikahan adat jawa tengah juga sering memakai baju kebaya. Hal ini membuktikan baju adat Jawa Tengah masih bisa eksis di zaman modern seperti saat ini. Padahal, jika dilihat sekilas baju tradisional jawa tengah ini terkesan sederhana.
Pakaian adat Jawa Tengah bernama Jawi Jangkep dan kebaya. Sesuai dengan namanya jawi berarti Jawa dan Jangkep berarti lengkap. Sedangkan Jawi Jangkep adalah pakaian pria yang terdiri dari bebrapa perlengkapan yang digunakan untuk keperluan adat.
Jawi Jangkep terdiri dari atasan yang berupa baju beskap dengan motif bunga dan untuk  bahawan menggunakn kain jarik yang dililitkan dipinggang. Destar berupa blangkon yang digunakan penutup kepala tradisional yang dikenakan oleh para pria. Agar dalam tampilan lebih menarik maka ditambahkan aksesoris lainnya berupa keris dan cemila atau kaos kaki.
Sedangkan untuk pakaian adat yang dikenakan wanita menggunakan kain kebaya. Kebaya ini pada umunya dibuat dari bahan katun, beludru, sutera brokat, dan nilon yang berwarna cerah. Kemben ini digunakan untuk penutup dada sampai bagian pinggul.
Stagen yang digunakn untuk sebagai penahan kain panjang. Kain tapih pinjul yang digunakn untuk melilitkan dibagian pinggang dengan cara memutar pada bagian badan. Konde yang gunakan sebagai tambahan rambut para seorang wanita.
Agar dalam tampilan lebih menarik mereka menambahkan aksesoris yang berupa cincin, subang, kalung, gelang, dan kipas. Dalam prakteknya pakaian ini diatur sedemikian rupa sesuai dengan strata sosial.

Pakaian Pengantin Adat Jawa Tengah


Selain pakaian resmi, ada juga beberapa pakaian pengantin adat dalam budaya Jawa Tengah. Dalam jenisnyanya pakaian Jawa Tengah mempunyai keberagaman yang dipakai sesuai acara yang dilaksanakannya.
Perlu diketahu dalam upacara adat Jawa terdapat bebrapa upacara yang dilakukan oleh sepasang mempelai pria dan wanita. Upacara tersebut akan saya jelaskan sesuai dengan pakaian yang dikenakannya.

15. Pakaian Adat Yogyakarta

Biasanya pakaian adat daerah istimewa yogyakarta untuk kaum laki laki meliputi baju sorjan, kain batik, dan blangkon sebagai penutup kepala. Sedangakan pakaian adat yogyakarta untuk wanita meliputi kebaya, kain batik, serta sanggul rambut yang ditata sedemikian rupa.

Yogyakarta memiliki beragam adat istiadat yang unik dan berbeda dari daerah lainnya di Indonesia. Salah satu keunikan yang dimiliki oleh Provinsi Yogyakarta adalah pakaian tradisional atau baju adat nya.

Keunikan baju adat Yogyakarta selain dari bentuk bajunya juga atas penggunaannya. Bahwa masyarakat Yogyakarta memiliki setidaknya 6 baju adat yang digunakan oleh kaum pria dan wanita dewasa, remaja dan anak-anak. Selain itu ada baju adat yang khusus digunakan pada acara tertentu saja disamping penggunaan baju adat Yogyakarta sehari-hari.

Orang jawa khususnya masyarakat Yogyakarta memiliki pepatah yang menjadi pedoman hidup mereka yaitu "ajining diri saka lati, ajining raga saka salira" yang berarti jiwa dan raga harus mendapatkan perhatian yang serius agar mendapat penghormatan dari pihak lain. Oleh sebab itu diantara ajining raga adalah memperhatikan adab dalam berpakaian. Dan berikut ini, Tradisi Kita akan mencoba merangkum 6 baju adat Yogyakarta yang perlu kita ketahui bersama :


1. Pakaian Adat Yogyakarta untuk Laki-Laki Dewasa

Pada umumnya, pakaian / baju adat laki-laki dewasa di Jogja adalah mengenakan surjan serta kebawahan berupa kain batik atau yang disebut jarik. Penggunaan Blankon (penutup kepala) juga menjadi keharusan pada saat penggunaan pakaian / baju surjan. Selain blankon, lelaki dewasa Yogyakarta juga menggunakan alas kaki berupa sendal / selop.


 Berikut ini penjelasan mengenai pakaian / baju adat keraton Yogyakarta :


1. Pakaian untuk Abdi Dalem

Abdi dalem adalah seluruh pegawai atau karyawan keraton, yang umumnya tinggal di sekitar keraton. Pakaian mereka terdiri dari dua macam, yakni Sikep Alit dan Langenarjan.

Baju adat yang disebut dengan Sikep Alit terdiri dari kain batik sawitan, baju hitam dari bahan laken (dengan kancing dari tembaga atau kuningan yang disepuh emas, berjumlah 7 hingga 9 buah), penutup kepala destar, keris model gayaman (diletakan di peinggang sebelah kanan belakang), selop hitam, topi pet hitam dengan pasmen emas. Pakaian model ini dikenakan untuk keperluan sehari-hari.

Sedangkan Langeran merupakan seperangkat pakaian dengan perlengkapan kain batik, baju bukakan yang yang dibuat dari bahan laken warna hitam, kemeja putih dengan kerah model berdiri, destar sama dengan model pakaian Sikepan Alit, keris model ladrangan atau gayman, dipakai di pinggang sebelah belakang kanan, dasi berwarna putih model kupu-kupu, serta selop berwarna hitam. Jenis pakaian ini pada umumnya dikenakan pada waktu malam untuk menghadiri suatu pertemuan dan jamuan makan malam dalam satu pesta khusus.


2. Pakaian Untuk Pejabat Keraton

Baju adat yang dikenakan oleh pejabat keraton yang sedang dalam tugas disebut dengan baju ageng.
Secara umum pakaian Ageng merupakan seperangkat pakaian adat yang berupa model jas laken berwarna biru tua dengan kerah model berdiri, serta dengan rangkapan sutera berwarna biru tua, yang panjangnya mencapai bokong, lengkap dengan ornamen kancing-kancing bersepuh emas. Celananya sendiri berwarna hitam. Topi yang dikenakan terbuat dari bahan laken berwarna biru tua, dengan model bulat-panjang, dengan tinggi 8 cm.

Namun demikian pakaian adat atau baju ageng ini memiliki beberapa ornamen yang berbeda berdasarkan jabatan atau fungsi di Keraton, sebagaimana penjelasan berikut ini :




16. Baju adat Jawa Timur
Nama nama pakaian adat Jawa Timur adalah pesaan serta baju mantenan. Baju adat jawa timur pesaan sebetulnya ialah pakaian adat khusus masyarakat Madura. Sedangkan baju adat jawa timur mantenan adalah baju yang berfokus pada warna hitam pekat.

http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

Nama pakaian adat jawa timur Mantenan diambil dari kata manten, yang berarti pengantin. Baju daerah jawa timur ini juga sering dipakai untuk kegiatan sehari-hari.Jika dilihat sekilas, pakaian adat Jawa Timur sebetulnya memiliki beberapa kesamaan dengan pakaian adat yang biasa dikenakan orang-orang Jawa Tengah. Hal ini disebabkan karena masyarakat Jawa Timur sendiri secara historis memang memperoleh banyak sekali pengaruh dari kebudayaan Jawa Tengah yang berkembang lebih dominan pada masa silam. Akan tetapi, meski memiliki banyak kemiripan, ada beberapa hal yang membedakan kedua jenis pakaian adat ini. Pertama, dari segi coraknya. Corak pakaian adat Jawa Tengah yang banyak melambangkan nilai-nilai kesopanan dan tata krama, sangat kontras jika dibanding pakaian adat Jawa Timur yang lebih menonjolkan nilai-nilai ketegasan namun tetap sederhana dan menjunjung tinggi etika. Kedua, dari segi perlengkapan pakaian yang dipakai. Pakaian adat Jawa Timur dikenakan bersama dengan beberapa aksesoris unik, seperti penutup kepala (odheng), tongkat (sebum dhungket), arloji rantai, serta kain selendang yang diselempangkan di bahu. Terlepas dari kemiripan dan perbedaan tersebut, pakaian atau baju adat Jawa Timur sendiri dibedakan menjadi 2 macam, yaitu baju mantenan dan baju pesaan. Apa dan bagaimana baju mantenan dan baju pesaan itu? Baju Mantenan Sesuai dengan namanya, baju ini umumnya hanya dikenakan pada saat resepsi pernikahan adat Jawa Timuran oleh para mempelai. Baik untuk mempelai laki-laki maupun untuk mempelai wanita, baju mantenan ini memiliki corak warna yang sama, yaitu warna hitam sebagai dasar dan warna merah sebagai motif hiasannya. Penggunaan pakaian ini juga dilengkapi dengan penutup kepala dan rangkaian bunga melati yang dikalungkan di leher untuk mempelai pria dan digantungkan pada sanggul untuk mempelai wanitanya. Sabuk emas dan gelang tangan juga dipakai sebagai pelengkap bersama dengan terompah, selendang yang diselempangkan bahu, serta aksesoris tambahan lainnya. Secara sederhana, kenampakan baju mantenan dapat dilihat pada gambar paling kanan di bawah ini.
 
Jika dilihat sekilas, pakaian adat Jawa Timur sebetulnya memiliki beberapa kesamaan dengan pakaian adat yang biasa dikenakan orang-orang Jawa Tengah. Hal ini disebabkan karena masyarakat Jawa Timur sendiri secara historis memang memperoleh banyak sekali pengaruh dari kebudayaan Jawa Tengah yang berkembang lebih dominan pada masa silam. Akan tetapi, meski memiliki banyak kemiripan, ada beberapa hal yang membedakan kedua jenis pakaian adat ini. Pertama, dari segi coraknya. Corak pakaian adat Jawa Tengah yang banyak melambangkan nilai-nilai kesopanan dan tata krama, sangat kontras jika dibanding pakaian adat Jawa Timur yang lebih menonjolkan nilai-nilai ketegasan namun tetap sederhana dan menjunjung tinggi etika.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/07/pakaian-adat-jawa-timur.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Jika dilihat sekilas, pakaian adat Jawa Timur sebetulnya memiliki beberapa kesamaan dengan pakaian adat yang biasa dikenakan orang-orang Jawa Tengah. Hal ini disebabkan karena masyarakat Jawa Timur sendiri secara historis memang memperoleh banyak sekali pengaruh dari kebudayaan Jawa Tengah yang berkembang lebih dominan pada masa silam. Akan tetapi, meski memiliki banyak kemiripan, ada beberapa hal yang membedakan kedua jenis pakaian adat ini. Pertama, dari segi coraknya. Corak pakaian adat Jawa Tengah yang banyak melambangkan nilai-nilai kesopanan dan tata krama, sangat kontras jika dibanding pakaian adat Jawa Timur yang lebih menonjolkan nilai-nilai ketegasan namun tetap sederhana dan menjunjung tinggi etika.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/07/pakaian-adat-jawa-timur.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.

Baju pesaan sebetulnya merupakan baju keseharian yang biasa dikenakan hanya oleh orang-orang Madura dan sebagian pesisir utara Jawa Timur. Kendati demikian, karena keunikan dan ciri khas yang dimilikinya, baju inilah yang justru menjadi ikon utama yang mewakili Timur di kancah Nasional




Di Surabaya, Jawa Timur, setiap tahun diadakan sebuah kontes pemilihan bujang gadis yang bernama Kontes Cak dan Ning. Dalam kontes ini, para bujang dan gadis mengenakan pakaian khas Surabaya yang sempat tenar pada tempo dulu dan masih kerap digunakan hingga saat ini dalam acara-acara besar di kantor dan kediaman walikota atau di balai kota. Pakaian adat Jawa Timur Cak digunakan oleh para pria. Pakaian ini berupa perpaduan beskap atau jas tutup sebagai atasan, jarik sebagai bawahan, kuku macan sebagai hiasan yang digantung pada saku beskap, sapu tangan merah, dan terompah. Sementara pakaian adat Jawa Timur Ning dikenakan oleh para wanita. Pakaian ini berupa perpaduan kebaya sebagai atasan, jarik sebagai bawahan, kerudung dengan renda, dan beragam aksesoris tambahan lainnya seperti anting, selendang, selop, dan gelang.


http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html
 

17. Pakaian Adat Dayak Kalimantan Barat

Masyarakat Kalimantan Barat secara umum didominasi suku Dayak serta suku Melayu. Dalam Perihal berbusana, keduanya mempunyai banyak perbedaan. Pakaian adat Dayak Kalimantan Barat bernama King Bibinge serta King Baba.

http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

Baju  adat Kalimantan Barat untuk pria bernama King Baba. Adapun artinya dalam bahasa dayak, King berarti pakaian dan Baba berarti laki-laki. Baju ini terbuat dari bahan kulit kayu tanaman ampuro atau kayu kapuo. Jenis kayu tersebut adalah tumbuhan endemik Kalimantan yang mempunyai kandungan serat tinggi. Dalam pembuatan King Baba, kulit kayu ampuro dipukul-pukul menggunakan palu bulat di dalam air, hingga hanya tertinggal seratnya. Sesudah lentur, kulit tersebut kemudian dijemur dan dihias dengan lukisan-lukisan etnik khas Dayak menggunakan bahan pewarna alami. Olahan kulit kayu tadi dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai rompi tanpa lengan dan sebuah celana panjang. Selain itu, serat kulit kayu tersebut juga dibuat menjadi semacam ikat kepala. Pada ikat kepala tersebut biasanya diselipkan bulu burung enggang gading. Sebagai tambahan, senjata tradisional berupa Mandau juga dikenakan. Pakaian ini juga merupakan pakaian


Pakaian Adat Melayu untuk Laki-Laki di Kalimantan Barat

http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

 




18. Pakaian Adat Kalimantan Tengah

Masyarakat Kalimantan Tengah mayoritas penduduknya ialah masyarakat suku Dayak Ngaju. Dalam Perihal berpakaian, suku Dayak ini mempunyai baju kalimantan khas yang bernama baju sangkarut.
http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html




Pakaian Adat Kalimantan Tengah Lainnya Selain rompi sangkarut, suku Dayak Ngaju sebetulnya memiliki beragam jenis pakaian adat lainnya. Beberapa di antaranya adalah  :

http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html


http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html


 

19. Pakaian Adat Kalimantan Selatan

Semua nama pakaian adat kalimantan selatan ini memiliki arti dan simbol yang sesuai dengan kepercayaan suku banjar tersebut.











http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html

4. Pangantin Babaju Kubaya Panjang Dalam perkembangannya, pakaian adat Kalimantan Selatan khas pengantin Banjar ini juga masih tetap lestari. Pasangan mempelai pun masih menggunakan busana adat ini untuk tampil menerima restu dari sanak famili. Baamar Galung Pancaran Matahari memang menjadi yang paling popular dan digemari. Namun busana adat ini pun tak luput dari sentuhan mode masa kini tapi tetap tidak meninggalkan pakem dan keindahan alami adat yang berlaku. Seperti pada busana adat yang asli menggunakan baju poko untuk mempelai wanita, dengan menyesuaikan karakter si pemakai juga sentuhan Islami dalam masyarakat Banjar, kerap diganti dengan busana kebaya panjang. Bahkan juga dilengkapi dengan jilbab tetapi tetap dihiasi dengan amar atau mahkota serta aksesori lainnya.
 

20. Kalimantan Timur

Masyarakat Kalimantan Timur terdpat dua entitas besar yaitu suku Dayak serta Suku Kutai. Kedua suku ini mempunyai pakaian adat yang berbeda. Suku dayak mengenakan pakaian bernama Ta’a serta Sapei Sapaq sedangkan suku Kutai mengenakan pakaian bernama baju kustim.

Pakaian Adat Kalimantan Timur Seperti dijelaskan di atas, bahwa masyarakat asli Kalimantan Timur terbagi ke dalam 2 entitas besar, yaitu Dayak dan Kutai. Sejalan dengan itu, maka pakaian adat dari provinsi ini juga ada 2 macam. Suku dayak mengenakan pakaian yang bernama baju Ta’a dan Sapei Sapaq, sementara suku Kutai mengenakan pakaian adat yang bernama baju Miskat.


http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html







http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html



Adapun dalam upacara pernikahan, sepasang mempelai pria dan wanita suku Kutai umumnya akan mengenakan pakaian adat Kustim. Baju kustim terdiri atas baju kurung dan bawahan, riasan sanggul berhias kembang goyang dan tali kuantan untuk mempelai wanita, serta setorong atau topi berbulu untuk mempelai pria. Tampilan baju kustim dapat dilihat pada gambar di atas.

http://www.sri-ya.com/2018/02/pakaian-adat-indonesia-terlengkap.html


Selain mengenakan baju kustim, pada prosesi bealis dalam upacara pernikahan, pengantin pria dan wanita Kutai juga wajib mengenakan baju sakai. Untuk mempelai wanita, baju ini terdiri atas kebaya lengan panjang, bawahan tapeh badong, batik celup, kalung susun tiga, dan sanggul yang dihiasi ragam pernik seperti kembang goyang 3 cabang, bunga melati (tapak langit), dan tajok mawar.

 


21. Kalimantan Utara

Pakaian adat Kalimantan Utara persis setara dengan baju Sapei Sapaq serta Baju Ta’a khas Kalimantan Timur. Kendati demikian, baju Sapei Sapaq serta Taa dari Kalimantan Utara memiliki sedikit perbedaan. 




www.sri-ya.com

Motif hiasan rompi dan rok Ta’a sangat kental dengan perpaduan warna-warna mencolok seperti putih, hijau, biru, merah, dan warna lainnya yang sangat kontras dengan warna kain rompi. Di bagian dada dan lengannya dilengkapi rumbai-rumbai dengan warna motif yang sama.

Perbedaan utama antara pakaian Sapei Sapaq dan Taa terletak pada motifnya. Untuk motif pakaian adat Kalimantan Utara, baik pada baju Ta’a maupun Sapei Sapaq sebetulnya terbagi menjadi 3, yaitu motif burung enggang, motif harimau atau hewan lainnya, serta motif tumbuhan. Baju dengan motif burung enggang dan harimau biasanya diperuntukan bagi para bangsawan, sementara baju dengan motif tumbuhan diperuntukan bagi rakyat biasa. 

www.sri-ya.com
2. Pakaian Adat Kaltara untuk Pria : Baju Sapei Sapaq Baju Sapei Sapaq adalah baju adat Kalimantan Utara yang diperuntukan bagi para pria. Dari bahan pembuatan, model dan motifnya, baju ini sangat mirip dengan baju Ta’a. Hanya saja, untuk bawahan, pakaian yang dikenakan kaum pria hanyalah berupa gulungan selendang yang bentuknya menyerupai celana dalam. Kendati begitu, bawahan seperti ini sekarang umumnya sudah diganti dengan celana pendek hitam karena dinilai kurang begitu elok dipandang mata. Pelengkap baju Sapei Sapaq adalah sebuah mandau yang diselipkan di pinggang, perisai perang, serta kalung-kalung dari bahan alam seperti tulang, taring babi, dan biji-bijian. Nah, itulah yang dapat saya sampaikan mengenai pakaian adat Kalimantan Utara. Tulisan ini saya sadur dari buku Budaya Adat Masyarakat Kalimantan Utara : Sebuah Catatan untuk Provinsi termuda Indonesia. Jika bermanfaat silakan like tulisan ini. Semoga membantu.



22. Sulawesi Barat

23. Sulawesi Selatan

24. Sulawesi Tengah

25. Adat Sulawesi Tenggara

26. Sulawesi Utara

27. Gorontalo

28. Pakaian Adat Maluku

29. Maluku Utara

30. Pakaian Adat Bali

31. Pakaian Adat Nusa Tenggara Barat

32. Baju Adat NTT

33. Pakaian Adat Papua Barat

34. Pakaian Adat Papua

Eramuslim