Selamat Datang dan dapatkan produk-produk dengan harga murah dan berkualitas (Halal dan Thayyib)

Thursday, 29 March 2018

CARA MEMBUAT PESTISIDA ORGANIK LENGKAP | HOW TO MAKE ORGANIC PESTICIDES COMPLETE



Pestisida organik merupakan ramuan obat-obatan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman yang dibuat dari bahan-bahan alami. Bahan-bahan untuk membuat pestisida organik diambil dari tumbuhan-tumbuhan, hewan dan mikroorganisme. Karena dibuat dari bahan-bahan yang terdapat di alam bebas, pestisida jenis ini lebih ramah lingkungan dan lebih aman bagi kesehatan manusia.
Bila dibandingkan dengan pestisida kimia, pestisida organik mempunyai beberapa kelebihan. Pertama, lebih ramah terhadap alam, karena sifat material organik mudah terurai menjadi bentuk lain. Sehingga dampak racunnya tidak menetap dalam waktu yang lama di alam bebas. Kedua, residu pestisida organik tidak bertahan lama pada tanaman, sehingga tanaman yang disemprot lebih aman untuk dikonsumsi. Ketiga, dilihat dari sisi ekonomi penggunaan pestisida organik memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan. Produk pangan non-pestisida harganya lebih baik dibanding produk konvensional. Selain itu, pembuatan pestisida organik bisa dilakukan sendiri oleh petani sehingga menghemat pengeluaran biaya produksi. Keempat, penggunaan pestisida organik yang diintegrasikan dengan konsep pengendalian hama terpadu tidak akan menyebabkan resistensi pada hama.
Namun ada beberapa kelemahan dari pestisida organik, antara lain kurang praktis. Pestisida organik tidak bisa disimpan dalam jangka lama. Setelah dibuat harus segera diaplikasikan sehingga kita harus membuatnya setiapkali akan melakukan penyemprotan. Selain itu, bahan-bahan pestisida organik lumayan sulit didapatkan dalam jumlah dan kontinuitas yang cukup. Dari sisi efektifitas, hasil penyemprotan pestisida organik tidak secepat pestisida kimia sintetis. Perlu waktu dan frekuensi penyemprotan yang lebih sering untuk membuatnya efektif. Selain itu, pestisida organik relatif tidak tahan terhadap sinar matahari dan hujan. Namun seiring perkembangan teknologi pertanian organik akan banyak inovasi-inovasi yang ditemukan dalam menanggulangi hambatan itu.
Bahan baku pestisida organik
Bagian tumbuhan yang diambil untuk bahan pestisida organik biasanya mengandung zat aktif dari kelompok metabolit sekunder seperti alkaloid, terpenoid, fenolik dan zat-zat kimia lainnya. Bahan aktif ini bisa mempengaruhi hama dengan berbagai cara seperti penghalau (repellent), penghambat makan (anti feedant), penghambat pertumbuhan (growth regulator), penarik (attractant) dan sebagai racun mematikan. Sedangkan, pestisida organik yang terbuat dari bagian hewan biasanya berasal dari urin. Beberapa mikroorganisme juga diketahui bisa mengendalikan hama yang bisa dipakai untuk membuat pestisida. Berikut ini beberapa bahan yang sering digunakan untuk membuat pestisida organik:
Jenis Tanaman
Bagian yang digunakan
Hama/Penyakit yang dikendalikan
Adas
Biji
Kutu (beras, sereal, palawija)
Alang-alang
Rimpang
Antraknosa pada buncis
Babandotan
Seluruh tanaman
Nematode pada kentang
Bawang-bawangan
Umbi
Busuk batang pada panili
Bengkoang
Biji
Ulat pada kubis
Brotowali
batang
Lalat buahKutu aphids pada cabe
Cabe
buah
Hama tikus pada tanaman hias
Cengkeh
bunga
Phytopthora pada lada
Daun wangi
Daun
Lalat buah, bactrocera dorsalis
Gadung
Umbi
Tikus/rodentisida
Jahe
Rimpang
Ulat Plutella xylostella pada kubis
Jambu mete
Kulit
Ulat jambu mete
Jambu biji
Daun
Antraknosa
Jarak
Buah dan daun
Namatoda pada nilam dan jahe, Lalat penggerek daun pada tanaman terung-terungan
Jengkol
Buah
Walangsangit pada cabe
Jeruk nipis
Daun
Busuk hitam pada anggrek
Kacang babi
Biji
Ulat pucuk
Kayu manis
Daun
Pestisida organic
Kemangi
Daun
Busuk hitam pada anggrek
Kencur
Rimpang
Phytoptora pada lada
Acubung
Bunga
Kutu, ulat tanah
Kenikir
Bunga
Walangsangit
Kunyit
Rimpang
Phytoptora pada lada
Lada
Biji, daun
Hama gudang, Antraknosa pada cabe
Lengkuas
Rimpang
AntraknosaSemut pada lada
Mimba
DaunBiji
Antraknosa pada buncis dan cabe, Phytoptora pada tembakau, Belatung, Pengisap polong pada kedelai, Hama pengetam pada kelapa
Mindi
Daun
Ulat penggerek
Mahoni
Biji
Kutu daun pada krisanUlat tanah, Walangsangit, wereng coklat
Pacar cina
Daun
Spodoptera litura pada kedelai dan kubis
Pahitan/kipahit
Daun
Serangga Tribolium castaneum
Patah tulang
Daun
Molusca
Pandan
Daun
Walangsangit
Piretrum
Bunga
Hama gudang
Saga
Biji
Hama gudang sitophilus sp
Selasih
Daun
Lalat buah ( dacus correctus)
Sembung
Daun
Keong emas
Sereh
Batang, daun
Herbisida organic
Sirih
DaunAbu
Antraknosa pada cabeTMV pada tembakau, Hama gudang
Srikaya
Biji
Thrips pada sedap malam, Kutu daun pada kedelai, kacang panjang, jagung, kapas, tembakau
Sirsak
Biji, daun
Wereng coklat pada padi
Tembakau
Daun, batang
Ulat grayak pada famili terung-terungan (tomat, cabe, paprika, terung), Walangsangit
Tembelekan
Biji
Ulat grayak Spodoptera litura pada kedelai, Penggerek polong
Tuba
akar
Keong mas, Hama gudang
Macam pestisida organik dan cara membuatnya
Ada berbagai cara atau resep untuk membuat pestisida organik. Hingga saat ini tidak ada standardisasi pembuatan pestisida organik. Resep-resep pestisida organik biasanya didapatkan dari pengalaman para petani, kearifan lokal masyarakat, hasil percobaan para praktisi dan berdasarkan penelitian ilmiah. Berikut ini beberapa cara membuat pestisida organik yang sering digunakan para petani untuk mengendalikan hama dan penyakit.
a. Pengendali serangga penghisap (kepik dan kutu-kutuan)
Siapkan bahan-bahan berikut, daun surian 1 kg, daun tembakau 1kg, daun lagundi 1 kg, daun titonia 1 kg, air kelapa sebanyak 2 liter, gambir 0,5 ons, garam dapur 1 ons dan air panas 500 ml. Kemudian siapkan penumbuk dari batu. Tumbuk daun tembakau, daun surian daun lagundi dan daun titania, aduk hingga rata. Apabila sudah lembut, rendam dalam air kelapa dan aduk-aduk. Kemudian ekstrak campuran tersebut dengan cara diperas dengan kain. Saring kembali hasil perasan dan tambahkan garam lalu kocek larutan. Siapkan cairan gambir dengan cara melarutkan setengah ons gambir dalam 500 ml air panas, lalu saring dengan kain halus. Langkah terakhir campurkan larutan daun-daunan dan larutan gambir. Masukkan dalam botol atau jerigen plastik. Ramuan pestisida organik siap untuk digunakan.
Cara menggunakan pestisida organik ini adalah dengan mengencerkan 500 ml larutan dalam 10 liter air bersih. Aduk hingga rata dan masukkan dalam tangki penyemprot. Lakukan penyemprotan pada pucuk tanaman terlebih dahulu kemudian permukaan atas dan bawah daun. Frekuensi penyemprotan dianjurkan dua kali seminggu hingga populasi larva atau kutu berkurang dan tidak membahayakan lagi.
b. Pengendali ulat pemakan daun
Siapkan bahan-bahan yang diperlukan antara lain, air kelapa 2 liter, ragi tape 1 butir, bawang putih 4 ons, deterjen 0,5 ons dan kapur tohor 4 ons. Langkah pertama adalah tumbuk bawang putih hingga halus. Kemudian larutkan deterjen kedalam air kelapa dan aduk hingga merata. Setelah itu, masukan hasil tumbukan bawang putih, ragi tape dan kapur tohor. Saring campuran tersebut dengan kain halus. Langkah terakhir, fermentasikan cairan selama 20 hari dalam wadah tertutup. Pestisida organik pengusir ulat daun siap digunakan.
Cara penggunaan, encerkan larutan pestisida organik sebanyak 500 ml dengan 10 liter air bersih. Aduk hingga rata dan masukkan dalam tangki penyemprot. Frekuensi penggunaan sebanyak 2 kali seminggu, lakukan terus sampai serangan ulat menurun sampai taraf aman.
c. Pengendali penyakit cendawan atau jamur
Siapkan bahan-bahan berikut, daun dakinggang gajah 5 ons, lengkuas 3 ons, jahe 3 ons, bawang putih 3 ons dan ekstrak titonia 3 liter. Tumbuk daun galinggang gajah, kemudian parut jahe dan lengkuas. Siapkan larutan daun titonia dengan cara menumbuk daun titonia hingga halus dan campurkan dengan 3 liter air, kemudian saring dengan kain halus. Setelah itu, masukkan bahan-bahan yang telah ditumbuk dan diparut ke dalam larutan titonia, aduk hingga merata. Saring dan peras campuran tersebut. Pestisida organik pengendali cendawan atau jamur siap digunakan.
Penggunaan, encerkan 500 ml pestisida organik ini dengan 10 liter air, aduk hingga rata dan masukkan kedalam tangki semprotan. Penyemprotan dilakuan pada seluruh bagian tanaman seperti pucuk, daun dan batang. Frekuensi penggunaan yang dianjurkan 2 kali dalam seminggu hingga serangan melemah.
d. Pengendali penyakit yang disebabkan bakteri
Siapkan bahan-bahan berikut, daun sirih satu ikat, kunyit 2 ons, bawang putih 3 ons dan ekstrak daun titonia 3 liter. Tumbuk bahan-bahan tersebut satu per satu atau secara bersamaan. Rendam dalam ekstrak daun titonia selama beberapa menit, kemudian saring dengan kain halus. Pestisida pengusir bakteri siap digunakan. Cara penggunaannya dengan mengencerkan 500 ml larutan dalam 10 liter air. Frekuensi penggunaan 2 kali dalam seminggu.
e. Pengendali serangga penghisap, kepik dan kutu-kutuan dari daun inggu
Siapkan daun inggu 1,5 kg, bunga tahi ayam 1,5 kg, gambir 0,5 ons, air kelapa 3 liter dan air bersih panas 500 ml. Daun inggu dan bunga tahi ayam ditumbuk hingga halus dan rendam dalam air kelapa. Peras dan saring campuran tersebut. Lalu siapkan larutan gambir dengan air panas yang sudah disaring. Camprkan dual larutan tersebut, pestisida organik daun inggu siap digunakan.
Cara penggunaan, 1 liter pestisida organik diencerkan dengan 10 liter air bersih. Aduk hingga rata dan masukkan dalam tangki penyemprot. Semprot seluruh bagian tanaman, frekuensi penyemprotan seminggu dua kali.
f. Pengendali antraknosa pada tanaman cabe
Siapkan daun galinggang gajah 2,5 ons; daun tembakau 2,5 ons; daun thitonia 2,5 ons; daun lagundi 2,5 ons; garam 1 ons dan gambir 3 buah. Tumbuk halus daun galinggang, tembakau,thitonia dan daun lagun. Kemudian masukan kedalam ember yang berisi 1 liter air bersih, lalu tambahkan garam dan biarkan selama satu malam. Setelah itu saring larutan tersebut dan peras airnya sampai kering. Cairkan tiga buah gambir dengan satu gelas air panas dan campurkan kedalam larutan, aduk hingga merata. Pestisida organik untuk mengendalikan antraknosa yang biasa menyerang tanaman cabe siap digunakan.
Cara menggunakannya, masukkan larutan di atas ke dalam tangki semprot 15 liter. Penuhkan dengan air bersih dan aduk-aduk. Penggunaan pestisida organik ini sebiknya dilakukan sejak tanaman cabe mulai berbuah, semprotkan seminggu sekali. Kemudian amati tanaman, apabila ada buah cabe yang terserang antraknosa segera dipetik dan dibuang keluar lahan. Hendaknya penyemprotan dilakukan pagi atau sore hari. Air semprotan harus berbentuk kabut biar merata dan teknik penyemprotan dilakukan dari bawah ke atas. Pada musim hujan kita bisa menambahkan garam sebanyak 2,5 ons lagi pada larutan.
Berdasarkan pengalaman, pestisida organik ini bisa mengendalikan serangan antraknosa sampai 80 %. Ramuan tidak tahan lama dan masih bisa dipakai selagi aromanya masih khas. Apabila aromanya sudah berubah maka kemampuannya pun sudah menurun. Sebaiknya dibuat setiap kali kita akan memakai.


HOW TO MAKE ORGANIC PESTICIDES | COMPLETE


Organic pesticides are medicinal herbs for controlling plant pests and diseases made from natural ingredients. The ingredients for making organic pesticides are taken from plants, animals and microorganisms. Because it is made from the ingredients in the wild, this type of pesticide is more environmentally friendly and safer for human health.
When compared with chemical pesticides, organic pesticides have several advantages. First, more friendly to nature, because the nature of the organic material easily breaks down into other forms. So the toxic effects do not settle for a long time in the wild. Second, organic pesticide residues do not last long in plants, so plants that are sprayed are safer for consumption. Third, in terms of economic use of organic pesticides provide added value to the resulting product. Non-pesticide food products are better than conventional products. In addition, the manufacture of organic pesticides can be done alone by farmers so as to save production costs. Fourth, the use of organic pesticides that are integrated with the concept of integrated pest control will not cause resistance to pests.
But there are some disadvantages of organic pesticides, among others less practical. Organic pesticides can not be stored in the long term. Once made it must be applied immediately so we have to make it every time it will do the spraying. In addition, organic pesticide materials are quite difficult to obtain in sufficient quantity and continuity. In terms of effectiveness, the result of organic pesticide spraying is not as fast as synthetic chemical pesticides. It takes time and frequency of spraying more often to make it effective. In addition, organic pesticides are relatively non-resistant to sunlight and rain. But as the development of organic agricultural technology will be many innovations found in overcoming these obstacles.
Organic pesticide raw materials
Plant parts taken for organic pesticides usually contain active substances from secondary metabolite groups such as alkaloids, terpenoids, phenolics and other chemicals. This active ingredient can affect pests in various ways such as repellent , anti feedant , growth regulator ,attractant and as deadly poison. Meanwhile, organic pesticides made from animal parts are usually derived from urine. Some microorganisms are also known to control pests that can be used to make pesticides. Here are some ingredients that are often used to make organic pesticides:
Types of Plants
Parts used
Pests / Diseases are controlled
Fennel
Seed
Fleas (rice, cereals, crops)
Alang-alang
Rhizome
Antraknosa on beans
Babandotan
The whole plant
Nematode on potato
Onions
Tubers
Rotting stem on vanilla
Bengkoang
Seed
Caterpillar on cabbage
Brotowali
stem
Fruit fliesKutu aphids on chillies
Chili
fruit
Pests of mice on ornamental plants
Clove
flower
Phytopthora in pepper
Fragrant leaves
Leaf
Fruit flies, bactrocera dorsalis
Gadung
Tubers
Rats / rodenticides
Ginger
Rhizome
Caterpillar Plutella xylostellaon cabbage
Cashew
Skin
Caterpillar cashew
Guava
Leaf
Antraknosa
Distance
Fruit and leaves
Namatoda on patchouli and ginger, Leaf bark flies on plant eggplant
Jengkol
Fruit
Walangsangit on chili
Lime
Leaf
Black rot on orchids
Pig nuts
Seed
Caterpillar buds
Cinnamon
Leaf
Organic pesticides
Basil
Leaf
Black rot on orchids
Kencur
Rhizome
Phytoptora in pepper
Acubung
Flower
Fleas, caterpillars
Thinking
Flower
Walangsangit
Turmeric
Rhizome
Phytoptora in pepper
Pepper
Seeds, leaves
Pest warehouse, Antraknosa on chilli
Galangal
Rhizome
AntraknosaAut on the pepper
Mimba
DaunBiji
Anthracnose in chickpeas and chilli, Phytoptora in tobacco, Maggots, Sucking pods on soybeans, Hatch pests on coconut
Mindi
Leaf
Caterpillar caterpillar
Mahogany
Seed
Aphids on the soil chrysanthemum, Walangsangit, brown planthopper
Chinese girlfriend
Leaf
Spodoptera litura on soybeans and cabbage
Bitter / kipahit
Leaf
Tribolium castaneum insects
Fracture
Leaf
Molluscs
Pandanus
Leaf
Walangsangit
Piretrum
Flower
Warehouse pests
Saga
Seed
Sitophilus sp
Basil
Leaf
Fruit fly (dacus correctus)
Sembung
Leaf
Golden snail
Lemongrass
Stems, leaves
Organic herbicides
Betel
DaunAbu
Antraknosa on cabeTMV on tobacco, Warehouse pest
Srikaya
Seed
Thrips on the night, Lice on soybeans, long beans, corn, cotton, tobacco
Soursop
Seeds, leaves
Brown planthopper on rice
Tobacco
Leaves, stems
Caterpillar grayak in family eggplant (tomato, chilli, peppers, eggplant), Walangsangit
Cut down
Seed
Grayak worm Spodoptera litura on soybean, pod borer
Tuba
root
Conch, Warehouse pest
Kinds of organic pesticides and how to make them
There are various ways or recipes for making organic pesticides. Until now there is no standardization of organic pesticides. Organic pesticide recipes are usually derived from peasant experience, local community wisdom, practitioners' experiments and scientific research. Here are some ways to make organic pesticides that farmers use frequently to control pests and diseases.
a. Control of sucking insects (ladybugs and lice)
Prepare the following ingredients, leaf 1 kg suruan, 1kg tobacco leaves, 1 kg lagundi leaves, 1 kg of titonia leaves, 2 liters of coconut water, 0.5 oz ounces, 1 ounce salt and 500 ml hot water.Then prepare the pounder from the stone. Mashed with tobacco leaves, leaf of lagundi leaf and leaves of titania, mix well. When it is soft, soak in coconut water and stir. Then extract the mixture by squeezing it with a cloth. Filter back the juice and add salt and pocket the solution.Prepare liquid gambir by dissolving half ounces of gambier in 500 ml of hot water, then strain with a soft cloth. The final step mixes the leaf solution and the gambier solution. Put in bottles or plastic jerry cans. Organic pesticide ingredients are ready for use.
How to use this organic pesticide is to dilute 500 ml of solution in 10 liters of clean water. Stir well and put in the spray tank. Spray the top of the plant first and then the top and bottom surfaces of the leaves. The frequency of spraying is recommended twice a week until the population of larvae or lice is reduced and no longer harmful.
b. Leaf feeder controller
Prepare the necessary ingredients, among others, 2 liters of coconut water, 1 grape tape yeast, 4 ounces of garlic, 0.5 ounce detergent and 4 oz of lime tohor. The first step is to mash the garlic until smooth. Then dissolve the detergent into the coconut water and stir it evenly. After that, input the result of garlic collision, yeast tape and lime tohor. Strain the mixture with a soft cloth. The final step, ferment the liquid for 20 days in a sealed container. Organic pesticide repellent caterpillar ready to use.
How to use, dilute organic pesticide solution as much as 500 ml with 10 liters of clean water.Stir well and put in the spray tank. Frequency of use as much as 2 times a week, continue until the caterpillar attack decreases to a safe level.
c. Fungus disease controller or fungus
Prepare the following ingredients, 5 ounces elephant leaf, 3-ounce galangal, 3-ounce ginger, 3-ounce garlic and 3-liter titanium extract. Mash leaf galinggang elephant, then grated ginger and galangal. Prepare a solution of titonic leaves by pounding the leaves of titonia until smooth and mix with 3 liters of water, then strain with a soft cloth. After that, insert the materials that have been ground and shredded into a solution of titonia, stirring until evenly distributed. Strain and squeeze the mixture. Organic pesticides fungus or mushroom controller ready for use.
Use, dilute 500 ml of this organic pesticide with 10 liters of water, stir it thoroughly and insert it into the spray tank. Spraying dilakuan on all parts of the plant such as shoots, leaves and stems. Recommended frequency of use 2 times a week until the attack is weakened.
d. Control of disease caused by bacteria
Prepare the following ingredients, one betel betel leaf, 2-ounce turmeric, 3-ounce garlic and 3-liter titania leaf extract. Pound the ingredients one by one or simultaneously. Soak in the titania leaf extract for several minutes, then strain it with a soft cloth. Bacterial repellent pesticides ready for use. How to use it by diluting 500 ml of solution in 10 liters of water. Frequency of use 2 times a week.
e. Control of sucking insects, ladybugs and fleas from inggu leaf
Prepare leaves inggu 1.5 kg, chicken poultry 1.5 kg, gambier 0.5 oz, 3 liters of coconut water and 500 ml of hot water. Leaves inggu and chicken dung flowers pounded until smooth and soak in coconut water. Squeeze and strain the mixture. Then prepare a solution of gambir with filtered hot water. Drop the dual solution, pesticide organic leaf inggu ready to use.
How to use, 1 liter of organic pesticides diluted with 10 liters of clean water. Stir well and put in the spray tank. Spray the whole plant, spraying frequency twice a week.
f. Anthracnose control in chillies
Prepare galinggang elephant leaves 2.5 oz; 2.5 ounces of tobacco leaves; 2.5 ounces thitonia leaves; leaf lagundi 2.5 oz; 1 ounce salt and gambier 3 pieces. Finely mashed galinggang leaves, tobacco, thitonia and lagoon leaves. Then input into a bucket containing 1 liter of clean water, then add salt and leave it for one night. After that filter the solution and squeeze the water dry. Liquid three pieces of gambir with one glass of hot water and mix into the solution, stirring until evenly distributed. Organic pesticides to control the anthracnose that usually attack chili plants ready for use.
How to use it, put the above solution into a 15 liter spray tank. Stick with clean water and stir.Use of this organic pesticide sebiknya done since the chili plants begin to bear fruit, spray once a week. Then observe the plants, if there is ante-chry pepper struck immediately picked and discharged out of the field. Should be spraying done morning or evening. The spray water should be evenly shaped and the spraying technique is done from the ground up. In the rainy season we can add as much as 2.5 ounces of salt to the solution.
Based on experience, these organic pesticides can control anthracnose attacks up to 80%.Potions not durable and can still be used while the aroma is still typical. If the aroma has changed then its ability has been decreased. Should be made every time we will wear.





Eramuslim